MINGGU – NYANYIAN KEMENANGAN

05 Desember 2021

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Wahyu 14:1-5

A. PENGANTAR

Dalam sebuah pertandingan olahraga, biasanya setelah pertandingan berakhir dan diketahui siapa pemenangnya maka sang pemenang itu akan merayakan kemenangannya dengan cara yang bermacam-macam. Dalam olahraga balap motor atau mobil, biasanya si pemenang akan melakukan sebuah victory lap atau putaran kemenangan dengan cara melintasi sirkuit sambil menyapa penonton/penggemarnya, atau tidak jarang juga melakukan sedikit atraksi. Kalau dalam pertandingan sepak bola, biasanya tim yang menang akan berlari ke arah penonton dengan bergandengan tangan dan dengan membungkuk bersama atau sambil mengangkat piala. Hanya orang atau tim yang menang sajalah yang berhak merayakan kemenangan.

Demikian juga nanti ketika tiba saatnya Tuhan Yesus yang Agung dan Mulia itu mengakhiri sejarah dunia, orang-orang yang menang akan merayakan kemenangan mereka dengan cara menyanyikan nyanyian yang baru dihadapan Allah Bapa. Nyanyian yang hanya bisa dinyanyikan oleh orang-orang yang telah menang.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari kita baca Wahyu 14:1-5 dan temukan

  • Dihadapan siapakah mereka itu menyanyikan nyanyian baru? Siapa yang bisa menyanyikan nyanyian itu? (ayat 3)
  • siapakah yang disebut dengan kata “mereka” itu dan orang yang seperti apakah mereka itu? (ayat 4-5)
  • bersama dengan siapakah mereka itu? baca kembali ayat 1.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Ada 4 hal yang kita temukan bahwa orang-orang yang bisa menyanyikan nyanyian baru dihadapan Allah Bapa adalah yang pertama, mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni seperti perawan. Ini adalah bahasa kiasan, yang artinya orang-orang yang tidak cemar secara rohani atau menjaga dirinya tetap murni dari segala macam kekotoran dosa. Kedua, mereka adalah orang yang selalu mengikuti kemanapun Anak Domba (Tuhan Yesus) itu pergi. Kata mengikuti bahasa yunaninya adalah “akoloutheo” yang bisa berarti mengikuti orang yang didepannya, bergabung dengannya sebagai pelayannya, menemaninya, bergabung dengan seseorang sebagai murid atau menjadi muridnya, dan bisa juga berarti berpihak pada partainya (jika dia seorang politisi). Ketiga, mereka adalah orang-orang yang telah ditebus. Ditebus artinya sebelumnya orang tersebut tergadai atau terjual sehingga harus ada orang lain yang menebusnya. Keempat, mereka adalah orang-orang yang tidak ada dusta dalam mulutnya (bohong, kepalsuan yang disengaja,tidak saleh, menipu) dan tidak bercela (tanpa cacat, secara moral tanpa cacat/cela).

Jadi orang-orang yang nanti akan bisa menyanyikan nyanyian baru dihadapan Allah Bapa adalah tidak hanya orang yang sudah ditebus oleh darah Yesus yang seringkali disini orang Kristen salah mengira bahwa setelah menerima dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka sudah cukup dia tidak perlu lagi berjuang untuk hidup suci dan kudus, karena dia merasa sudah akan masuk surga. Memang benar, tidak ada yang bisa menebus kita dari kuasa dosa selain hanya darah Yesus saja yang bisa dan hal itu sudah 1000% benar dan tidak bisa diganggu gugat. Tetapi kita juga harus mengerti bahwa ketika kita telah ditebus oleh darahNya maka saat itu juga kita masuk kedalam perlombaan iman yang diwajibkan bagi kita (Ibrani 12:1). Kita pasti tahu namanya wajib berarti harus diikuti, tidak bisa tidak. Perlombaan berarti harus diselesaikan dan dimenangkan. Dalam perlombaan berarti akan ada tantangan-tantangan yang harus dilewati dan target yang dicapai.

Apa tantangan dan target dalam perlombaan iman kita? yaitu untuk hidup seperti Yesus hidup dengan melakukan 4 hal tadi .Jika kita bisa setia melakukannya sampai akhir hidup kita, maka kita bisa disebut sebagai orang-orang yang menang. Tentu hanya Tuhan yang berhak menyematkan gelar itu kepada masing-masing orang. Tetapi orang-orang yang menang pasti sudah terlihat sejak dia masih hidup dan bisa dirasakan oleh orang-orang disekelilingnya. Kata “barangsiapa menang” disebutkan 7x didalam kitab Wahyu, artinya memang ada orang-orang yang berjuang untuk menang dan perjuangan itu masing-masing orang yang harus berjuang bukan tiba-tiba terjadi atau disediakan oleh Tuhan. Jangan salah mengira, Tuhan memang menebus kita tapi kita juga harus membayar harganya dengan berjuang untuk hidup sesuai dengan standarNya. Kenapa jemaat Roma saat itu dikatakan sebagai orang-orang yang lebih dari pemenang? (Roma 8:37). Karena mereka mau membayar harganya bahkan dengan nyawa mereka. Pada saat itu, percaya Yesus berarti siap dikejar-kejar oleh orang Yahudi bahkan Romawi, siap-siap tidak punya kewarganegaraan, siap-siap disiksa, dimasukkan kedalam penjara bahkan dipenggal. Konteks saat ini, harga yang harus dibayar dengan percaya Yesus adalah kita harus siap untuk hidup tidak seturut dunia, tidak mengikuti keinginan daging, dan selalu mengikuti kehendakNya.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Mari kita terus belajar untuk melakukan 4 hal tadi. Apakah mudah melakukannya? tidak!, tapi dengan pertolongan Roh Kudus kita pasti bisa. Seorang olahragawan, sebelum bertanding dia terlebih dahulu menetapkan target dan membayangkan dirinya diakhir pertandingan berada di tempat teratas. Kita pun harus belajar demikian, dari sekarang kita harus sudah membayangkan bahwa nanti ketika saatnya tiba kita ingin menjadi salah satu orang yang dihadapan tahta Allah Bapa menyanyikan nyanyian yang baru.
Satu lagi yang menarik kita temui diayat 1, dikatakan “Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang”. Kalau kita imajinasikan hal ini seperti, nanti Tuhan Yesus yang akan memimpin panduan suara orang banyak ini, Dia akan berada ditempat terdepan dan memimpin orang-orang yang sudah menang tadi untuk menyanyikan nyanyian yang baru dihadapan tahta Allah Bapa. Kenapa Yesus yang memimpin? Karena Dia sudah menang. Dia sudah menjadi teladan dalam perjuangan iman, menuruti kehendak Bapa. Dan ini sebagai pesan bahwa kita pun bisa menang, selama kita mengikuti Dia yang berjalan di depan kita. Halleluya!!

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saling berbagi kesaksian dengan rekan komsel/PA, dan diskusikan bagaimana agar diakhir hidup kita nanti, kita layak disebut sebagai seorang yang menang.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47