KAMIS – BANGKITNYA DIMENSI KEHIDUPAN SURGA

06 Januari 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yesaya 43:11,12,19

A. PENGANTAR

Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. (Yesaya 43:19)

Kekeringan rohani melanda dan menguasai hati bangsa Israel pada masa itu. Sekalipun mereka tahu ada Allahnya Musa , sebagai pemimpin Bangsa Israel, tetapi hati bangsa ini tidak mempercayai akan kedahsyatan PribadiNya. Sekalipun telah dibuktikan akan berbagai mujizat selama perjalanan di padang gurun selama 40 tahun perjalanan bangsa ini, bahwa Allah Israel adalah penuh kasih dan perhatian, namun realita demi realita firmanNya tidak menggugah hati bangsa yang keras ini. Namun di balik semua itu, tidak ada kegagalan dari semua janji Tuhan terhadap respon bangsa Israel yang tidak sepantasnya. Karena apa yang pernah tertulis sebagai strategi penebusan manusia dari dosa yakni yang disebutkan dalam Kejadian 3:15 – Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” – akan menjadi alasan Allah untuk membuat sesuatu yang baru kepada bangsa ini. Di tengah ketidakpercayaan bahkan sampai bangsa ini mengalami frustrasi menghadapi kehidupan yang sulit di padang pasir, Allah memberikan harapan baru yakni “oase rohani” di tengah padang pasir yang sangat panas. Allah membuat jalan dan sungai-sungai di padang belantara sebagai sumber air, yakni sungai sebagai aliran yang memberikan kesegaran dan kehidupan baru.

Untuk melihat sesuatu yang Tuhan wujudkan dalam kehidupan umatNya, diperlukan cara pandang rohani, yakni kekuatan iman yang sejati. Seringkali apa yang dilihat mata jasmani tidak sama dengan apa yang dirasakan oleh mata hati yakni iman kepada Kristus, yang akibatnya terjadi konflik kepentingan dalam diri sendiri (Conflict of interest).

Konflik kepentingan bisa terjadi dalam diri setiap orang, sejauh ada kesenjangan antara realita kehidupan dengan janji-janji Tuhan. Kesenjangan ini bisa berupa keraguan, pesimis atau tidak percaya. Untuk mengalami janji Tuhan yang sudah terlihat dan bertumbuh, misal kesehatan yang dipulihkan, ekonomi keluarga yang berkembang atau karir dan pertemanan yang semakin memberkati banyak orang, diperlukan iman yang teguh dan teruji agar tidak tercipta kesenjangan diantara janji-janji Tuhan dengan realitas kehidupan. Sudahkah Anda melihat sesuatu yang baru tumbuh? Ada sungai kehidupan di tengah pergumulan hidup Anda? Dapatkan Anda melihatnya? Ketika Anda dapat melihat dan mengalami “oase rohani” atau sungai kehidupanNya, maka di saat itulah lahir dimensi atau ukuran kehidupan rohaniah yang dirancang oleh Allah sepanjang masa yakni Allah Sang Penebus (Yesaya 43:11-12).

B. PEMBELAJARAN
B.1. Menemukan

Bacalah : Yesaya 43:11,12,19

  1. Apakah yang Allah buat untuk bangsa Israel? (Ayat 19)
  2. Apakah yang dikatakan dalam Yesaya 43:11,12?

B.2 Merenungkan

Perhatikanlah Yesaya 43;11,12 dan 19. Jikalau mata hati kita terbuka kepada ayat-ayat ini, maka sesungguhnya dapat diartikan bahwa pembaharuan hidup selalu diukurkan pada perubahan mendasar sistem kepercayaan seseorang. Apakah itu? Yakni keyakinan dan kepercayaan akan Keselamatan yang diberikan oleh Allah melalui karya salib Yesus Kristus. Adakah alasan lain yang lebih hebat dari itu di dalam pengalaman hidup Anda?

B.3. Melakukan

Konsep sukses tanpa iman, adalah alasan yang labil untuk memiliki kehidupan yang baru dari waktu ke waktu. Pilihlah alasan kekal yakni keselamatan dari Allah sebagai motif tindakan-tindakan Anda pada masa kini dan masa depan.

B.4. Membagikan

Ceritakanlah kepada saudara Anda, tentang pola pikir rohani apakah yang saat ini sedang Anda perjuangkan agar harapan terbaik terhadap janji Tuhan terjadi di dalam diri Anda.