05 Februari 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Korintus 9:25-27
A. PENGANTAR
Begitu kita menjadi Kristen, maka arah dan tujuan kita adalah mengikuti jejak Tuhan Yesus. Tidak bisa tidak, diluar dari itu berarti kita tidak satu arah dan tidak satu tujuan dengan Yesus. Dan kita sudah tahu mengikuti jejak Nya berarti kita mau untuk menyangkal diri dan memikul salib seperti yang Dia lakukan. Hanya orang yang bisa menyangkal dirinya sajalah yang bisa memikul salib. Karena salib bicara tentang beban yang harus dipikul. Salib kita adalah untuk kita saling mengasihi satu sama lain dengan cara seperti Yesus mengasihi kita. Dengan kita bisa menyangkal diri dan memikul salib barulah kita bisa mengikut Dia. Sekarang mengertilah kita kenapa ketiga hal tersebut disebutkan berurutan oleh Yesus. Karena semuanya itu saling berkaitan.
Sekarang bagaimana supaya kita bisa terus melangkah diarah dan tujuan yang sama dengan Yesus?tidak ada kata lain selain kita harus disiplin. Tanpa kedisiplinan tidak akan ada kemenangan. Banyak hal yang seringkali membuat kita tidak disiplin untuk melangkah dijejaknya Yesus, tapi kita harus tetap disiplin dan tetap dijalur jejak langkah Yesus. Kita harus tetap setia, sama seperti Yesus yang dengan tekun dan mengabaikan kehinaan dan bantahan yang hebat agar bisa tetap memikul salibNya demi kita (Ibrani 12:2-3)

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari kita baca 1 Korintus 9:25-27
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
Dari bacaan kita diatas, ada 3 hal yang kita bisa ambil pelajaran bahwa disiplin itu berarti :
Menguasai diri
Tidak sembarangan memukul (tahu pasti arah dan tujuannya, tahu prioritas)
Melatih diri
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Menguasai diri berarti mengendalikan diri atau menunjukkan pemerintahan terhadap perilaku diri sendiri. Dan biasanya menguasai diri erat kaitannya dengan mengendalikan diri terhadap berbagai kesenangan. Sembarangan berarti ceroboh, sembrono, tidak hati-hati, tidak tahu mana prioritas dan tidak tahu kemana arah tujuannya. Melatih diri berarti selalu bersiap-siap, tetap waspada, dan selalu menjaga diri tetap prima.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Agar kita bisa tetap melangkah dijejakNya Yesus, kita harus terus belajar mengendalikan diri kita sendiri dan memastikan kita tidak diperintah oleh diri kita yang mana keinginan daging itu sangat kuat menguasai. Diri kita yang sudah diperbaharui dalam terang FT lah yang harus menguasai diri kita bukan sebaliknya. Kita harus tahu prioritas hidup kita, segala sesuatu yang tidak membawa kita semakin dekat kepada tujuannya Tuhan harus kita hindari dan singkirkan. Jadi selama kita hidup, kita harus senantiasa bertanya apapun yang kita lakukan dan putuskan apakah semuanya itu membawa kita semakin mengikuti jejakNya atau tidak. Jika tidak, kita harus singkirkan.
Kita juga harus senantiasa melatih diri kita, memastikan diri kita selalu siap untuk mengikuti apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan. Ketika ada kesempatan untuk kita melatih otot-otot rohani kita lewat keadaan-keadaan yang tidak menyenangkan kita harus ambil itu. Kita pakai semua keadaan-keadaan itu untuk melatih diri kita dan menjadikan diri kita tetap prima.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Diskusikan dan ceritakan dengan rekan komsel/pelayanan bagaimana praktisnya agar kita tetap disiplin berjalan dalam jejakNya Tuhan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

