SENIN – YESUS MENGETUK PINTU

07 Februari 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Wahyu 3:20-21

PENGANTAR

Jika seseorang akan bertamu ke rumah orang lain, umumnya sebelum masuk ke rumah, dia akan mengetuk pintu terlebih dahulu. Tradisi mengetuk pintu ini sudah menjadi tradisi yang mendunia. Hampir setiap bangsa memakai cara ini ketika akan masuk ke rumah orang lain. Terkadang ketukan itu juga disertai salam, “Shalom, Permisi, Kulo nuwun, Punten, atau Spada”. Tujuan dari mengetuk pintu, dan memberi salam adalah memberitahu pemilik rumah bahwa ada seseorang yang akan berkunjung dan minta izin masuk ke rumah.

MENEMUKAN (M1)

Bacalah Wahyu 3:20, _“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”

Yesus juga mengajarkan, kalau kita memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: “Damai sejahtera bagi rumah ini”. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.” (Luk. 10:5-7) Dan bukan hanya damai sejahtera, yang memang dicari oleh semua manusia, tetapi jauh dari pada itu, Yesus ingin menyediakan diriNya untuk “makan bersama”, sebuah hubungan atau keintiman yang “dalam dan indah”, Ia terlebih rindu untuk bergaul karib dengan kita. Tetapi ada PINTU yang membatasi Yesus masuk dan mendapati kita. Pintu adalah hati kita!

MERENUNGKAN (M2)

Lalu, “apakah kita akan memandang rendah dan mengabaikan ketukanNya di “pintu hati” kita?” Saat ini Yesus berdiri dengan penuh kasih dan terus menerus mengetuk pintu hati kita untuk memberi salam damai sejahtera dan ingin bersahabat dan masuk tinggal di dalam kehidupan kita. Dia ingin membangun keintiman denganmu. Dia juga menawarkan keselamatan kekal. Namun Yesus tidak memaksa. Dia berdiri mengetuk dan menanti respon, apakah kita mau membuka pintu hati menerimaNya atau menutup dan menguncinya kuat-kuat dan menolak diriNya. Keputusan ada di tangan kita dan tawaran ini bersifat dua arah.

MELAKUKAN (M3)

Jika engkau mau mengenal Yesus secara pribadi dan engkau mau hidup bergaul denganNya, cukup hanya dengan membuka hatimu. Engkau tidak harus belajar teologi atau hidup suci lebih dulu. Cukup bukalah hatimu, maka Yesus akan masuk dan makan bersamamu. Dia tidak akan melihat masa lalumu atau perbuatanmu dan dosa yang telah kau lakukan sebelumnya.

Dia menunggu dengan penuh kasih saat engkau membuka hatimu padaNya. Dia ingin mengampuni dan menyelamatkan dirimu dari penghukuman kekal.

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah atau share kan saat teduh ini, ekspresikan melalui renungan pagi ini, katakan pada banyak sahabat dan Saudara, ketika kita/mereka membuka hati kepada Yesus Kristus, yang telah terlebih rindu mengasihi dan menyelamatkan manusia, maka bukan saja damai sejahtera serta berkat yang kita dapati, tetapi jauh dari itu mereka mengalami hubungan keintiman (coram deo) yang luar biasa. Ayo ceritakan dan bagikan!!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47