RABU – KISAH SMITH WIGLESWORTH

09 Februari 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Wahyu 3: 5 Mazmur 25:14

PENGANTAR

Wahyu 3:5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

Renungan pagi ini, kita akan merefleksikan diri kita dengan sepenggal kisah Smith Wiglesworth – dilahirkan pada 8 Juni 1859, putra dari John dan Martha Wigglesworth di desa kecil di Yorkshire, Inggris. Ketika berumur delapan tahun, dia mulai ikut menyanyi di gereja dan sejak itu ia terus konsisten dalam pelayanan. Dan kemudian kita pun mengenalnya sebagai seorang penginjil besar di abad 19.

MENEMUKAN (M1)

Smith adalah seorang tukang ledeng, yang sederhana dan sampai dewasa pun ia tidak dapat membaca (buta hurup). Istrinya lah yang mengajarinya membaca dengan cara membaca Alkitab. Alkitab pun menjadi satu-satunya buku yang ia baca, Smith tidak pernah mengijinkan surat kabar ada di rumahnya. Kemanapun Smith pergi, ia tidak pernah lupa membawa Alkitabnya dan memberitakan Injil kepada setiap orang yang ia temui. Setiap hari Smith hidup dalam doa dan firman. Ia memang tidak pernah berdoa lebih dari 30 menit, tetapi ia tidak pernah membiarkan 30 menit berlalu tanpa berdoa atau membaca firman. Prinsipnya tentang firman adalah, “Allah mengatakannya. Aku mempercayainya. Masalah selesai.”

Setiap hari Sabtu dan Minggu, Smith berdoa semalam-malaman dan juga berpuasa. Dengan cara inilah Smith Wigglesworth terus membangun keintiman dengan Tuhan sehingga kuasa, pengurapan, dan kepenuhan karunia-karunia roh mengalir masuk ke dalam dirinya. Hidupnya dipenuhi dengan kuasa mujizat; orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar. Dan ia menjadi salah satu tokoh kegerakan Kristen

MERENUNGKAN (M2)

Kisah hidup Smith Wigglesworth mengajarkan kepada kita betapa pentingnya membangun keintiman dengan Tuhan. Bukan saja mendapat jaminan keselamatan, tetapi keintiman dengan Tuhan memberikan kita kuasa dan pengurapan untuk memberitakan keselamatan kepada jiwa-jiwa yang sangat di rindukan oleh Tuhan. Di momen awal tahun yang baru satu bulan kita lalui ini, Tuhan rindu kita sebagai anak-anak-Nya datang mendekat kepada-Nya dan seluruh perjanjianNya akan diberitahukanNya kepada kita (Mazmur 25:14)

MELAKUKAN (M3)

Saudara terkasih, mari kita semua punya komitmen untuk membangun hidup dalam keintiman bersama Allah, apa yang Allah kerjakan atas Smith, hal yang sama akan terjadi atas kita, karena kita memiliki Allah yang sama, Mau Saudara??? Dan mari kita berdoa dan katakan “Bapa, di pagi yang luar biasa ini, kami mau berlari menghampiri-Mu, datang kepada-Mu dan membangun keintiman dengan-Mu. Sebab kamu tahu Engkaulah satu-satunya jalan keluar dan keselamatan bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.”

MEMBAGIKAN (M4)

Share kisah Smith Wigleswort ini ke banyak Saudara/teman/sahabat, supaya bangkit generasi yang membangun keintiman dengan Tuhan, kamu pasti bisa!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47