12 Februari 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 8:31-32, Yoh 15:1-8
PENGANTAR
Renungan pagi ini bicara “tetap atau tinggal dalam firman”, ini berbicara memiliki hubungan yang intim dengan Allah yang adalah Firman (Yoh 1:1) dan Tuhan Yesus tidak hanya ingin kita hanya sampai percaya dimulut saja tetapi Dia rindu kita tinggal di dalam Dia. Hidup dalam dia, berakar, bertumbuh dan berjalan di dalam Dia serta bergaul dengan karib/intim dengan Dia, dimana ketika kita tinggal di dalam Dia, maka akan menghasilkan buah-buah dalam kehidupan.
MENEMUKAN (M1)
Tinggal di dalam Dia (dalam keintiman-Nya) adalah kunci kekristenan sejati. Banyak kita orang percaya hanya percaya saja tetapi tidak mau tinggal di dalamNya artinya tidak mau takluk di dalam Tuhan seutuhnya. Tinggal di dalam Tuhan artinya kita dikuasai seutuhnya atau sepenuhnya oleh Tuhan (atau menjadi anakNya).

Tinggal dalam Dia adalah sebuah status merdeka dan berkemenangan, karena seutuhnya kita dikuasai oleh Dia. Karena jika tidak ada di dalam Dia, maka secara otomatis kita adalah hamba dosa, karena di luar Dia adalah hamba dosa (status kita adalah hamba dosa). Dan di luar Dia, kita tidak akan menghasilkan apa-apa alias tidak berbuah. Lihat perumpamaan pokok anggur (baca Yohanes 15:1-8)
MERENUNGKAN (M2)
Hari ini, siapapun engkau, apakah engkau mengaku Kristen atau tidak, jika engkau tidak tinggal di dalam Tuhan Yesus maka statusmu jelas diluar Allah dan menjadi hamba atau dikuasai dosa. Diluar Dia selain tidak berbuah, maka apapun yang kita kerjakan adalah dibawah hukum dosa (nol besar). Maka banyak orang hari ini menjadi frustrasi, karena mereka ingin melakukan yang baik tetapi justru yang jahat yang mereka lakukan. ‘Mengapa?” Karena berada diluar Kristus. Diluar Kristus mereka tidak mengenal kebenaran dan tidak ada kebenaran diluar Kristus!. Hanya di dalam Dia kita mengetahui atau mengenal kebenaran dan kebenaran itu memerdekakan.

MELAKUKAN (M3)
Jadi, jangan hanya percaya di mulut dan dipikiran/pengetahuan saja, tetapi mari kita tenggelam lebih dalam akan pengenalan akan Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana kita menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya kita akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. (Fil 3:10-11) Keintiman akan membawa kita mengalami kematian dan kebangkitan serta kemenangan di dalam Kristus.
MEMBAGIKAN (M4)
Katakan kepada sahabatmu, tinggal di dalam Tuhan maka otomatis akan membuat kita hidup diluar hukum dosa (menang atas maut/dosa) dan berbuah-buah dalam hal kebajikan, kebenaran, kemenangan dan berkat. Dan bilang ke mereka, inilah serunya jadi anak Tuhan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

