19 Februari 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 15:12, Mazmur 133:1-3
A. PENGANTAR
Renungan pagi mengingatkan kita sebagai anak-anak Tuhan, kita harus saling mengasihi ( Yoh 15:12). Salah satu bukti kasih itu adalah kita mau tidak mau harus hidup rukun satu dengan yang lain. Tidak ada orang yang dapat mempertentangkan itu, sebagai warga negara pun kita harus hidup rukun, maka lingkungan terkecil yang menyatukan keluarga-keluarga dalam satu lokasi dinamakan rukun tetangga (RT). Hidup rukun menjadi tujuan hidup bersama, walaupun dalam lingkungan itu banyak sekali perbedaan baik dari latar belakang suku, agama, pekerjaan dan Pendidikan bahkan mungkin adat istiadat.
B. PEMBELAJARAN
B.1 MENEMUKAN
Renungan pagi ini Yohanes 15;12 mengatakan Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Hidup saling mengasihi bukan anjuran atau nasehat atau bahkan tips hidup bahagia, tetapi perintah Tuhan, yang harus kita jalani/taati, jika tidak, kita akan berdosa (perintah yang mutlak). Dan kalau Bapak/Ibu Saudara yang terkasih membaca di Mazmur 133:1-3, bahkan Tuhan menjanjikan, ketika kita hidup saling mengasihi atau hidup rukun bersama, maka ada berkat kehidupan untuk selama-lamanya, Amin Saudara?

B.2 MERENUNGKAN (M1)
Mengapa kerukunan itu penting?
Kerukunan menjadi satu perkara yang sangat penting, sebab bila masing-masing kita warga negara memiliki hubungan yang erat dan dekat, dan saling mengenal satu dengan yang lain, mereka bisa bekerjasama dan saling tolong menolong, sehingga dihasilkan bangsa yang kuat dan tidak mudah dikalahkan atau dipecah belahkan.
Renungan pagi ini mengajarkan bahwa hidup rukun merupakan sesuatu yang baik, indah dan memiliki nilai istimewa dimata Tuhan. Kesatuan dan kesehatian itu dapat menggerakkan hati Tuhan, sehingga Dia akan memberikan apa yang kita perlukan. ” Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapaku yang di Sorga” ( Matius 18:19). Jadi hidup dalam kerukunan adalah kehendak Tuhan bagi kita sekalian, gereja dan umat yang telah ditebus-Nya. Dalam doaNya, Yesus berkata “…. supaya mereka menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa didalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga didalam kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengurus Aku.” (Yohanes 17:21). Jadi jemaat Tuhan harus selalu rukun dan bersatu. Jangan ada permusuhan, pertengkaran, kebencian, sakit hati dan sebagainya, karena semua itu hanya akan menjadi penghambat berkat Tuhan tercurah bagi kita. Dalam setiap komunitas orang percaya, pasti banyaklah perbedaan, namun jangan sampai perbedaan itu membuat kita merasa tidak memerlukan orang lain dan menyepelekan mereka.
Mari kita perhatikan beberapa hal yang perlu kita perhatikan tentang kasih akan sesama.
- Kasih adalah bukti iman kita kepada Tuhan
- Kasih adalah ukuran cinta kita kepada Tuhan dan sesama
- Kasih memerlukan pengorbanan dan kesiapan untuk taat.
- Kasih adalah alat kesaksian yang paling efektif ( Yak 2:14-17 )

B.3 MELAKUKAN (M3)
Marilah kita hidup rukun dengan cara menghargai setiap perbedaan, menerima kekurangan dan kelebihan orang lain, dan tidak menilai orang lain memakai kaca mata kita sendiri yang terbatas, pakailah kata mata Tuhan yaitu kasihNya yang besar, yang mau menerima kita apa adanya, dan tidak menuntut kita sempurna terlebih dulu.
B.4 MEMBAGIKAN (M4)
Sampaikan kebenaran hari ini kepada siapapun khususnya Saudara seiman , bahwa ketika kita hidup rukun diam atau tinggal bersama, maka Tuhan janjikan “Sebab kesanalah Tuhan memerintah berkat kehidupan untuk selama-lamanya.
Dengan menerima perbedaan itu sebagai kekayaan Allah, maka kita akan melihat janji itu pasti, ya dan amin.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

