KAMIS – SEPAKAT DAN PELIPATGANDAAN

10 Maret 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ulangan 32:30, Pengkhotbah 4:9,12

A. PENGANTAR

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Itu pepatah yang menggambarkan kuatnya sebuah persatuan. Ada sebuah contoh sederhana bahwa sebuah lidi tentu mudah untuk dipatahkan. “Namun mudahkah kita untuk mematahkan seikat lidi?” Sapu lidi misalnya, itu akan sangat sulit sekali untuk kita patahkan.

B. PEMBELAJARAN
B.1 MENEMUKAN

Sebuah ayat menarik untuk kita renungkan pagi ini. “Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang, kalau tidak “gunung batu” mereka telah menjual mereka, dan TUHAN telah menyerahkan mereka!” (Ulangan 32:30). Secara matematis, jika satu orang bisa mengalahkan seribu orang, maka seharusnya dua orang bisa mengalahkan dua ribu orang. Itu secara matematis. Tapi lihatlah renungan pagi ini. Ketika satu orang bisa mengatasi seribu orang, dua orang akan mampu mengatasi sepuluh kali lipat dari kekuatan satu orang, alias sepuluh ribu!

B.2. MERENUNGKAN (M1)

Prinsip pelipatgandaan berasal dari Tuhan, Pengkhotbah pun mengingatkan hal ini. “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka….Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” (Pengkotbah 4:9,12).

“Bagaimana dengan kita hari ini?” Sudahkah kita rajin berdoa dan bersaat teduh bersama-sama secara korporat? Ataukah sudahkan kita bersepakat bersama, saling dukung, saling bantu, saling menguatkan, berjalan beriringan dalam menjalani hidup bersama yang akan memberikan pelipatgandaan. Baik secara keluarga dan sesama rekan pelayanan. Dan semuanya ini dimulai dengan kesepakatan.

Tuhan selalu mendengarkan doa anak-anakNya yang bersepakat! _ Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga_. (Mat 18:19-20)

B.3. MELAKUKAN (M3)

Sebagai keluarga Allah, mari kita sadari bahwa kesatuan bersama harus dimulai dari kesepakatan, dan itu semua akan mendatangkan pelipatgandaan, baik berkat jasmani terlebih lagi berkat rohani.
Pertanyaan dasarnya adalah, Maukan kita berkomitmen untuk tetap bersatu, baik bersama keluarga, antara suami-istri-anak, dengan saudara, teman, atau rekan-rekan di komsel/persekutuan kita?

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Sampaikan kebenaran hari ini kepada siapapun khususnya saudaramu seiman, agar selalu hidup dalam kesepakatan ilahi, kesepakatan atas dasar kebenaran firman Tuhan, ada amin Saudara?

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47