SABTU – MEMBANGUN RUMAH TUHAN

12 Maret 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Hagai 1 :1-14

A. PENGANTAR

Gereja sebagai “Rumah Tuhan”, tidak hanya dipahami sebatas bangunan fisiknya saja, melainkan menunjuk pada pribadi dan persekutuan orang percaya. Karena itu gereja harus bertumbuh dan berkembang, baik bangunannya sebagai tempat di mana misi Allah dikerjakan maupun tempat umatnya berkumpul sehati sepikir dalam mengerjakan pekerja-pekerjaan ilahi

B. PEMBELAJARAN

Renungan pagi ini di Hagai Pasal 1 menceritakan ketika umatnya yang tidak peduli akan rumah Tuhan. Dan ketidakpedulian adalah tantangan utama, dimana Tuhan tidak bisa bekerja maksimal dalam kehidupan kita sebagai jemaat, bahkan banyak hal-hal yang buruk dapat menimpah kita (lihat ayat 6) dimana kita menabur, tetapi membawa pulang hasil sedikit, kita makan tetapi sampai kenyang, minum tidak puas, bahkan berpakaian tidak sampai panas, intinya ada kebutuhan-kebutuhan pokok jemaat yang terganggu. Kita akan kehilangan berkat, dan kasih sayangNya.

B.1. MENEMUKAN (M1)

Ayat 14, Tuhan menggerakan semangat Zerubabiel Bin Sealtiel seorang bupati (pemimpin) dan Yosua bin Yozadak (imam) untuk menggerakan bangsanya untuk melakukan pekerjaan pembangunan rumah Tuhan.
Pertanyaan besarnya, “ mengapa hari-hari ini kita mengalami banyak masalah yang banyak, kita dihantam banyak masalah keuangan dan masalah untuk memenuhi kebutuhan dasar kita. Firman Tuhan pagi ini membuka mata kita, ketika kita tidak peduli dan membiarkan rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan. “Ketidakpedulian terhadap rumah Tuhan menutup berkat”
Ketidakpeduali kita diakibatkan kita tidak fokus pada rumah Tuhan, kita hanya fokus pada diri sendiri dan kehidupan kita sendiri (egosentris).

B.2. MERENUNGKAN (M1)

Kepedulian akan rumah Tuhan bukan hanya dengan pemberian janji iman Gedung saja, atau donasi kepada peralatan gereja, ini semua baik! tetapi kita juga dapat memberikan kontribusi baik tenaga dan waktu terhadap berbagai pelayanan yang ada, baik pelayanan di depan maupun dibelakang panggung, baik pekerjaan pemberitaan firman Tuhan dan juga pelayanan diakonia. Ditengah pandemic banyak sekali bentuk pelayanan yang bisa bapak ibu berikan kepada jemaat. Pelayanan perhatian, doa, kunjungan menjadi sangat vital hari-hari ini. Apalagi ditengah-tengah wabah sakit penyakit yang setiap saat mengancam.
Bapak ibu Saudara ketika kita semua memberikan kontribusi baik besar maupun kecil, berfokus pada pembangunan rumah Tuhan, maka janji Tuhan itu ya dan amin. Kepedulian kita akan membawa berkat dan sebaliknya ketidakpedulian menutup berkat.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Untuk itu ambil inisiatif atau proaktif untuk melakukan bukan menunggu. Ambil kontribusi bukan hanya berteori, sekecil apapun kita harus melakukan yang terbaik bagi Tuhan. Bahkan ketika kita semua melakukannya secara sepakat maka kita akan melihat kemegahan rumah Tuhan akan lebih megah dari sebelumnya, bahkan Tuhan semesta alam akan memberikan samai sejahtera (Hagai 2:10)

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Jangan tunggu! Ayo kita mulai saja, dan ketika mulai kasih yang terbaik bagi rumah Tuhan, maka engkau akan jadi teladan bagi banyak orang, ada amin???

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47