17 Maret 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
A. PENGANTAR
“Cinta bertepuk sebelah tangan”, demikianlah bunyi satu pepatah. Artinya jika cinta seseorang kepada jodohnya diyakini oleh satu pihak saja, maka tidak akan terjadi relasi yang baik dan benar. Orang seperti ini berasumsi saja bahwa dia memiliki jodoh, tapi kenyataannya tidak.
Dalam kehidupan yang dipenuhi kasih karunia Tuhan, mungkin terkadang Tuhan seperti Pribadi yang ingin menjalin hubungan khusus yakni antara Bapa dan anak-anaknya. Dengan segala hasrat hati Allah ingin menolong anak-anakNya berhasil. Tetapi seringkali Tuhan kita jadikan “Cinta bertepuk sebelah tangan” alias tidak akan berbunyi. Tuhan Yesus adalah kasih karunia Bapa untuk dunia dengan maksud untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya. Namun seringkali manusia tidak meresponi niat sangat Baik Allah.
Ketika kita ingin mengalami kasih karunia Tuhan, kita haruslah meresponi tawaran Tuhan dengan iman yang benar dan tangguh. Bagian Tuhan adalah memberi kasihNya dan bagian manusia adalah percaya saja kepadaNya. Kasih karunia Allah akan bertepuk dan berbunyi di dalam iman manusia. Kasih karunia dan iman manusia digambarkan seperti uang coin yang memiliki dua sisi yang bergambar. Kedua gambar akan menjadi ciri keaslian dari uang coin tersebut dan sekaligus menjadikan coin sebagai alat tukar yang sah di dalam satu Negara. Kedua sisi di mata uang coin menggambarkan dua sisi yakni iman dan kasih karunia dimana kedua hal itu saling berhubungan dengan erat dam keduanya harus selalu ada dalam kehidupan anak-anak Tuhan. Beresponlah dengan iman terhadap Kasih karunia Tuhan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Mazmur 37:3-5
- Tuhan akan memberikan kepada mu apa yang dinginkan oleh hati Anda. Apa saja yang dilakukan sebelum Tuhan menjawab doa? (ayat 3-4)
- Sebelum Allah bertindak, apa yang diajak oleh penulis Mazmur? (ayat 5)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Bagaimana Anda memahami percayalah kepada Tuhan dan hubungannya dengan penyerahan hidup? (Maz 37:3,5)

B.3. MELAKUKAN (M3)
Mempercayai Tuhan bukanlah tindakan karena dorongan emosi semata. Semua dimulai dari pemahaman dalam roh manusia terhadap firman Tuhan yang dibaca. Apa yang dirasakan di level emosi adalah akibat pemahaman Anda terhadap satu kebenaran. Mulai dengan kejujuran hati terhadap Alkitab, maka Anda akan melihat pemenuhan kebutuhan hidup Anda.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saksikanlah jawaban doa Anda dari Tuhan, kepada orang lain, sebagai penguatan iman Anda yang teruji.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

