SENIN – SEDIKIT MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI

28 Maret 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Filipi 2:1-11, Filipi 4:2

PENGANTAR

Rendah hati adalah sebuah sifat batiniah bukan hanya perilaku lahiriah. Seseorang bisa saja memeragakan perilaku kerendahan hati tapi hatinya masih penuh kesombongan dan kecongkakan.
Rendah hati yang disebutkan dalam Filipi 2:3 salah satu artinya adalah sedikit memikirkan diri-sendiri, “thinking little of one’s self”. Artinya Paulus mengajarkan kepada jemaat di Filipi agar lebih banyak memikirkan orang lain dibandingkan dengan memikirkan diri sendiri.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari baca Filipi 2:1-11, Filipi 4:2
Berdasarkan pengantar kitab Filipi, surat Filipi ini tidak ditulis terutama untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan pertentangan dalam gereja seperti banyak surat Paulus yang lain. Nada utama surat ini ialah kasih sayang yang hangat dan penghargaan terhadap jemaat itu. Tidak terlalu banyak masalah dalam jemaat di Filipi ini, hanya ada sedikit masalah yang salah satunya adalah benih-benih perpecahan diantara dua orang wanita didalam gereja (Filipi 4:2). Karena itu Paulus menasihatkan kepada jemaat Filipi untuk setiap orang tidak mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia-sia, dengan rendah hati menganggap seorang yang lain lebih utama dari dirinya sendiri.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Gereja atau bahkan komunitas apapun itu, akan mulai ada ketidak harmonisan ketika orang-orang didalamnya mulai memikirkan dirinya sendiri, mulai memikirkan kepentingannya sendiri. Tidak akan pernah ada persatuan, jika masih ada orang-orang yang memikirkan dirinya sendiri. Memikirkan bagaimana enaknya saya/aku, bagaimana nyamannya saya, kalau saya tidak nyaman maka saya tidak akan lakukan, kalau saya tidak pas saya tidak kerjakan, kalau itu menganggu saya maka saya tidak mau terlibat. Kalau bukan saya yang mendapatkan credit/nama baik/pujian lebih banyak, maka itu bukan urusan saya. Kalau bukan saya yang memimpin, jangan pernah meminta saya untuk ikut.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Mari bapak/ibu, sdr/I terkasih dalam Tuhan, kita terus belajar untuk menyisakan sedikit saja memikirkan diri kita sendiri. Kita berikan porsi yang lebih banyak untuk kita bisa memikirkan kepentingan bersama/orang lain. Sebenarnya, idealnya adalah kita sama sekali tidak memikirkan diri sendiri. Sama seperti Yesus yang rela mengosongkan diriNya sendiri. Mengosongkan tidak mungkin sedikit atau setengah-setengah tapi pasti semuanya. Namun ini berat, mengingat manusia lama kita yang tidak mudah untuk diubah. Belum lagi pasti ada pertentangan dalam diri kita, masa sih kita tidak boleh memikirkan diri kita sendiri?. Karena itu kita harus belajar sedikit demi sedikit mengikisnya. Sangat tidak mudah, karena itulah Yesus mengatakan kita harus belajar kepadaNya (Matius 1:29).

Hari ini, mari kita berkomitmen dalam peran apapun yang kita lakukan dalam hidup berjemaat atau berkomunitas kita mau untuk belajar sedikit sekali memikirkan diri kita sendiri. Sebaliknya kita belajar untuk mengutamakan kepentingan orang lain atau kepentingan bersama. Kiranya Tuhan yang menolong dan menuntun kita.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Sharingkan dan diskusikan dengan saudara seiman/rekan komsel/pelayanan bagaimana mempraktekkan sikap rendah hati, tidak memikirkan diri sendiri, dan mengutamakan kepentingan orang lain.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47