SABTU – UPAH MERENDAHKAN DIRI

02 April 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Filipi 2:9

A. PENGANTAR

Mat. 23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Luk. 14:11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Yesus pernah mengajarkan 2 ayat diatas kepada murid-murid Nya. Menariknya Dia konsisten melakukan apa yang Dia ajarkan. Dia merendahkan diriNya dengan taat kepada Bapa sampai mati dikayu salib. Dan juga Dia mengalami apa yang Dia katakan bahwa orang yang merendahkan Diri akan ditinggikan oleh Allah. Yesus ditinggikan oleh Allah.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari kita baca Filipi 2:9
“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,”

Kalimat itulah sebabnya menunjukkan ada penyebab kenapa Allah sangat meninggikan Yesus. Dan kita sudah pelajari sebelumnya bahwa Allah meninggikan Yesus karena Dia telah merendahkan diriNya sedemikian rupa bukan hanya menjadi manusia, tapi juga dalam kemanusianNya (artinya dengan segala keadaanNyasebagai manusia seperti kita) Dia tetap taat kepada Bapa bahkan taat sampai mati di kayu salib. Jadi, penyebab Allah meninggikan Yesus adalah karena Yesus mau merendahkan diri Nya.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Menarik jika kita renungkan, Allah meninggikan Yesus bukan karena Yesus banyak melakukan mujizat seperti : menyembuhkan orang sakit, memberi makan 5000 orang, menenangkan badai, mengusir setan, bahkan membangkitkan orang mati. Bukan itu penyebabnya, melainkan Allah meninggikan Yesus karena Yesus mau merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan mati dikayu salib.

Kita seringkali terjebak dengan hal-hal yang spektakuler seperti kesembuhan, mujizat, kelepasan, dsb. Hal-hal seperti itu lebih menyenangkan untuk dibahas atau dibicarakan dibandingkan dengan hal-hal seperti merendahkan diri. Namun hari ini kita belajar bahwa Allah tidak silau dengan hal-hal yang spektakuler seperti itu. Karena perkara melakukan mujizat, kesembuhan, kelepasan, dsb itu sebenarnya Allah lah yang mengerjakannya melalui kita. Sedangkan jika kita merendahkan diri, kita sedang mengorbankan sesuatu yang sangat berharga, bisa itu kehendak bebas kita, bisa itu kesenangan kita, bisa itu keinginan-keinginan kita. Itulah kenapa Allah menghargai orang yang merendahkan dirinya. Dalam terjemahan lain dari Filipi 2:9, dikatakan Allah bukan hanya meninggikan Yesus tapi juga menghormati Dia jauh melebihi dari siapapun dan apapun selamanya.

Kemudian yang menarik lagi untuk direnungkan adalah, bagaimana keadaan Yesus saat Dia mati dikayu salib?apakah saat Dia mati kemudian Dia hormati banyak orang? Ada, tapi sedikit dan mungkin itu termasuk prajurit romawi yang mengatakan bahwa Yesus adalah benar Anak Allah. Apakah nama baik Yesus dipulihkan oleh pengadilan tinggi Romawi atau oleh orang-orang Israel? Sama sekali tidak. Artinya apa? Allah meninggikan Yesus bukan saat Dia masih hidup, dan bentuk peninggian yang Allah berikan bukan dalam bentuk jasmani. Melainkan dalam bentuk rohani dan di dalam kehidupan kekal setelah kematian. Kenapa hal ini menarik?karena proses peninggian oleh Allah, seringkali dimaknai salah karena dipikir dalam bentuk berkat-berkat jasmani. Seringkali orang yang merendahkan diri, maka hidupnya akan diberkati secara jasmani terlihat dari usahanya yang sukses, karirnya yang melejit, ataupun banyaknya properti yang dimiliki, dsb.

Bagaimana dengan orang-orang Kristen yang sampai matinya dia tidak punya rumah?apakah berarti dia tidak ditinggikan oleh Allah? Bagaimana dengan orang Kristen yang sampai matinya dalam keaadan sakit dan susah?apakah berarti dia tidak ditinggikan oleh Allah?belum tentu, malahan bisa jadi itu adalah bagian dari proses merendahkan diri yang Allah ijinkan sehingga saat orang tersebut mati, Allah menghargai dan meninggikan dia. Tidak ada hal yang lebih indah ketika kita mati nanti, Allah tersenyum, dan Dia menghargai dan meninggikan kita.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Jadi dalam perjalanan hidup kekristenan kita, apa yang harus kita kejar dan konsisten kita lakukan? Bukan mengalami, melakukan, dan melihat mujizat sebanyak-banyaknya. Melainkan bagaimana agar kita semakin hari semakin terus merendahkan diri dan taat kepada Tuhan. Ingat, merendahkan diri itu pasti mengorbankan sesuatu, jadi pasti akan ada kesakitan-kesakitan yang kita alami. Tapi biarlah kita dikuatkan dengan pengharapan, bahwa Allah akan meninggikan dan menghargai orang-orang yang merendahkan dirinya. Amin

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saling berbagi ceritalah dan saling menguatkan dengan rekan komsel/saudara seiman tentang topik renungan hari ini.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47