14 April 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kisah Para Rasul 20:17-28
PENGANTAR
Tahun lalu 2021, nama Indonesia kembali berkibar di kancah perbulutangkisan dunia, tepatnya di ajang Olimpiade. Keberhasilan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, Mereka tampil sebagai ganda putri Indonesia pertama yang sukses merebut medali emas di Olimpiade. Tak cuma itu, torehan tersebut sekaligus menjaga tradisi medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis.
MENEMUKAN (M1)
Renungan pagi ini khususnya di ayat KIS 20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai mencapai garis dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku.

MERENUNGKAN (M2)
Kemenangan pebulutangkis ganda putri ibarat tetesan embun bagi dunia olahraga Indonesia dan menjadi lecutan bagi atlet-atlet lain untuk meraih kemenangan dan membawa harum nama Indonesia. Semudah itukah kemenangan diraih? Tidak, karena kemenangan tidak jatuh dari langit! Selalu ada harga yang harus dibayar (atau pengorbanan. Di balik kemenangan pasti ada pengorbanan: kerja keras, disiplin, keringat yang bercucur.
Demikian juga dengan keselamatan, kemenangan, kesembuhan, pemulihan, berkat dan lain-lain yang telah kita terima secara cuma-cuma, ini adalah buah pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib. “dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:24). Yesus Kristus rela menderita dan menyerahkan nyawaNya supaya kita terbebas dari segala kutuk dosa. “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'” (Galatia 3:13). Rasul Petrus juga menegaskan, “…kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (1 Petrus 1:18-19). Sebuah pengorbanan yang tak ternilai harganya!

MELAKUKAN (M3)
Banyak orang Kristen meremehkan pengorbanan Kristus di kayu salib. Terbukti kita masih berkompromi dengan dosa dan hidup untuk diri sendiri. Berbeda dengan Paulus yang merespons anugerah keselamatan yang diterimanya itu dengan bertekad, “…bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21).
Mari kita isi kemenangan oleh karya pengorban Kristus, dengan melakukan banyak perkara-perkara yang dasyat, seperti melakukan pekerjaan-pekerjaan orang kudus, menyembukan yang sakit, melepaskan yang terikat, mengusir setan dan menyampaikan kabar keselamatan bagi banyak orang. Mungkin ada resiko yang kita akan alami (atau bayarkan) tetapi teladan rela berkorban Yesus, memberikan kita kekuatan, bahwa mati adalah keuntungan.
MEMBAGIKAN (M4)
Sampaikan kepada banyak sahabat dan Saudara, bahwa sama seperti Kristus, pengorbanan kita itu tidak akan sia-sia. Karena siapa di dalam Kristus mati (korban) adalah keuntungan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

