10 Mei 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Matius 7:22, Yohanes 14:14-17
A. PENGANTAR
Banyak orang-orang yang merasa telah memperoleh hidup “kekal” (tinggal dalam kerajaan Allah) hanya karena selama hidupnya telah melakukan banyak pelayanan mukjizat, mengusir setan dan bernubuat demi nama Tuhan Yesus, akhirnya terkejut dan kecewa saat bertemu dengan Raja segala raja dan Hakim yang adil kelak. “Mengapa bisa begitu?” Karena ternyata bahwa mereka sesungguhnya tidak mengerti dan tidak melakukan kehendak Allah dan hidup dalam kerajaan Allah dengan benar. Apa yang Tuhan kehendaki tidak seperti apa yang mereka lakukan/perbuat bahkan pikirkan disepanjang hidup mereka.
“Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:22)
B. PEMBELAJARAN
B.1 MENEMUKAN (M1)
Mengenal dan menuruti Roh Kudus membuat kita mengerti dan dapat melakukan kehendak Bapa. Roh Kudus adalah Penolong, yang memberikan kemampuan atas keterbatasan kita; untuk melakukan kehendak-Nya dengan benar. Dialah sumber kekuatan kita. Dialah yang menghadirkan terang pengertian akan kehendak Bapa, dan memberikan kekuatan kepada kita dalam melangkah menurutinya.

Sebagaimana Yesus tidak berbuat dari diri-Nya sendiri, melainkan mengandalkan Bapa yang bekerja di dalam Dia, maka kita pun haruslah demikian dalam mengandalkan Roh Kudus bekerja. (Yohanes 5:19)
Yesus telah mewariskan teladan, Dia tidak mengandalkan kekuatan diri-Nya sebagai Anak Manusia, melainkan bergantung pada Bapa sepenuhnya. Dia lah model bagi kita, dan Dia memberikan perlengkapan kemampuan bagi kita untuk dapat melakukan apa yang Yesus telah lakukan dalam menyelesaikan pekerjaan Bapa sorgawi. Dengan memberikan Roh Kudus, Dia memberi kemampuan Ilahi (divine ability) di dalam kita. (Yohanes 14:15-17)
B.2 MERENUNGKAN (M2)
Roh Kudus telah datang sebagai Penolong. Dialah yang membangkitkan kasih di dalam kita, sehingga oleh karena kasih terdorong untuk mentaati perintah-Nya. Kasih selalu memberi dorongan untuk taat. Dia ada di dalam kita, dan Dia menyertai kita di dalam apa yang sedang kita hadapi dan kerjakan. Marilah kita mengundang Dia untuk berkarya di dalam kita menghadapi segala yang harus kita selesaikan bagi Bapa di sorga. Katakan kepada-Nya: “Roh Kudus, Engkau Penolong saya dalam menghadapi pekerjaan ini, berikan hikmat dan pengertian yang benar, Engkaulah kekuatan untuk saya dapat melakukannya. Engkau ada di dalam saya, dan Engkau menyertai saya sampai saya menyelesaikannya seperti yang diingini Bapa di sorga. “
Percayalah, bahwa Dialah yang menaruhkan di dalam hati kita keinginan melakukan dan menyelesaikan pekerjaan yang Bapa percayakan kepada kita. Dia pasti mendengar permohonan yang demikian, dan kita akan melihat Dia yang berkarya di dalam kita, dan melalui hidup kita. Itu dapat terjadi dalam segala aspek hidup kita.

B.3 MELAKUKAN (M3)
Roh Kudus di dalam kita membawa pikiran Bapa dan rahasia hati-Nya ke dalam kita. “Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. ” (1 Korintus 2:10). Pikiran kita pun didesain ulang oleh hikmat Roh Kudus dan pengertian-Nya, di mana pikiran manusiawi kita yang lama diselaraskan kepada pikiran Kristus. Kehadiran Roh Kudus memberikan hikmat dan pengertian yang tertuju kepada Kerajaan Allah dan kepada Sang Raja sebagai pusat pikiran dan fokus hidup kita. Kita dibangun untuk memiliki pola pikir Kerajaan Allah. Pola pikir Kerajaan Allah adalah pikiran yang diperbaharui di dalam Kristus sehingga mengutamakan Kerajaan Allah dan kebenarannya. Pola pikir Kerajaan terbentuk ketika pikiran kita dibangun ulang terus menerus untuk menjadi selaras dengan pikiran Kristus. Pola pikir Kerajaan terbentuk karena pengalaman bertemu dengan Sang Raja (God encounter), dan menerima pikiran-Nya menjadi pikiran kita.
B.4 MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah hal-hal yang kita rasakan dan alami ketika kita mengalami perjumpaaan dengan Kristus (God encounter) serta mengalami kuasa Roh Kudus!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

