Rabu – Kuasa Saling Berbagi

18 Mei 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kisah Para Rasul 4:33-37

A. PENGANTAR

Setelah kita memahami kronologi pencurahan Roh Kudus di Yerusalem (dalam Kis 2), dan dampaknya kepada kehidupan jemaat di Yerusalem, kita dapat terus melihat bahwa kuasa Roh Kudus yang telah dicurahkan kepada para murid Yesus bukan saja menimbulkan dampak perubahan kebiasaan hidup menuju kebiasaan hidup berkomunitas dalam perkara-perkara praktis pelayanan doa dan firman, tetapi kuasa Roh Kudus juga menolong jemaat mula-mula membangun dan membiasakan diri dalam proses saling membantu dalam hal materi. Hal ini dibuktikan oleh kesaksian para rasul tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah (Kis 4:33). Sebagai ukuran tentang hidup dalam kasih karunia dan kelimpahan adalah “tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka: karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu dan hasil penjualan itu mereka bawa dan dibagi-bagikan oleh para rasul kepada setiap orang sesuai keperluannya (Kis 4:34-35,37).

Terlihat satu gaya hidup saling berbagi yang yang dikendalikan oleh Roh Allah sepenuhnya sehingga suasana kasih yang dimampukan oleh kasih karunia Allah menjadi satu mesin rohani penggerak jemaat untuk berupaya menyimbangkan kekuatan antar jemaat lewat praktek kasih saling memberi. Ini adalah realitas surga di dalam gereja Tuhan. Bayangkanlah, jika kuasa Roh Kudus diizinkan dalam praktek kasih saling memberi, maka akan terjadi kehidupan sejahtera di dalam gerejaNya. Kuasa Roh Kudus, mengikat antar satu anggota dengan anggota lain dalam jemaat secara permanen dan menggiring mereka dengan “tanpa komplain”, sebaliknya dengan sukacita dapat menjadi bagian dari kekurangan hidup orang lain, dan sebaliknya yang berkekurangan menjadi bagian dari kelebihan orang lain.

Mari kita simak. Aliran Roh Kudus akan menjadi kuasa yang nyata, jikalau kita sebagai orang Kristen, memiliki hati yang lemah lembut, rendah hati dan murah hati (Matius 5:5,7). Menyerahkan pikiran kepada Kristus, untuk dikendalikanNya, dengan kebenaran kasih, maka otomatis keinginan berbagi kasih yang disertai tindakan kasih pasti akan terjadi. Bukan saja secara situasional dan musiman, tetapi berbagi kasih akan dan telah menjadi gaya hidup jemaat. Kesejahteraan bersama di tengah pandemic covid dan situasi ekonomi negara yang belum stabil, adalah sebagai signal dari Allah, untuk kita dapat berlatih berbagi kasih yang nyata. Bahkan pelajaran ini, dapat meletakkan dasar pemikiran yang benar tentang arti kasih dalam perbuatan yang tulus dan tanpa pamrih. Landasan ini akan dikukuhkan oleh kuasa Roh Kudus menjadi kekuatan dan otoritas tanpa tandingan dalam berbagi kasih sampai pada kesudahan jaman.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Kisah Para Rasul 4:33-37

  1. Dengan kuasa seperti apakah para rasul bersaksi? (ayat 33)
  2. Apakah bukti kehadiran kuasa Roh Kudus di dalam kehidupan jemaat? (ayat 34,35,37)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Jika kita terbuka dan jujur tentang kuasa saling memberi, maka tentu akan terjadi satu peningkatan ekonomi dalam jemaat Tuhan. Kekurangan atau kemiskinan akan teratasi dalam konteks saling menolong di dalam rumah Tuhan. Sekiranya ini menjadi kebiasaan, maka ekonomi dalam jemaat akan semakin kuat dan bahkan dapat menjadi dorongan terbentuknya karakter saling memberi yang semakin berkembang di dalam jemaat. Bagaimana pandangan Anda tentang kuasa Roh Kudus yang menciptakan budaya saling memberi di dalam gereja?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Berilah dari apa yang ada padamu kepada seseorang yang membutuhkan uluran tangan Anda. Dan ulangi setiap saat sampai Anda akan berespon secara otomatis untuk memberi ketika ada anggota jemaat yang berkekurangan secara materi.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saksikanlah hati yang bahagia setelah Anda dengan dorongan belas kasihan untuk membantu jemaat di sekitar Anda.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47