23 Mei 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kisah 1:3-5,8
A. PENGANTAR
Satu babak dalam sejarah perkembangan gereja dan pembaharuan keberadaan gereja di bumi ditunjukkan dengan peristiwa pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta (Kis 2). Kenapa demikian? Ketika kita membaca Kisah Para Rasul 2:41-47, terlihat bahwa setelah Roh Kudus dicurahkan, banyak murid Kristus dan orang-orang disekitar Yerusalem mengalami perubahan kehidupan rohani dan kesanggupan serta keahlian hidup (Life skill). Bahkan bukan saja perubahan kehidupan pribadi, tetapi perubahan gaya hidup komunitas orang-orang percaya dan orang Yahudi di lingkungan Yerusalem. Orang-orang yang percaya kepada perkataan Rasul dan memberi diri dibaptis mengalami secara bersama-sama satu gaya hidup sebagai pengikut Kristus yang sungguh-sungguh mengikuti proses kebersamaan sebagai jemaat setiap hari. Roh Kudus dicurahkan kepada mereka, sehingga mereka mengalami perubahan kehidupan rohani dan perkembangan kapasitas untuk menjadi saksi Kristus.
Ketika seseorang dipenuhi Roh Kudus untuk pertama sekali dalam satu kebenaran Alkitab yang disebut Baptisan Roh Kudus, maka orang itu telah menerima kuasa surgawi yang memampukan mereka menjadi orang yang mampu dan berani bersaksi tentang karya Tuhan kepada dunia. Karena bersumber kuasanya dari Allah Roh Kudus, maka hanya orang-orang yang percaya dan menerima Roh Kudus dapat menjadi saksi surgawi yang dikendalikan oleh kebenaranNya (Yoh 16;8-10,13). Saksi surgawi berarti adalah satu peran yang dirancang dan dihidupkan oleh Roh Kudus di dunia agar mereka yang mengemban kuasa ini tidak bisa memiliki kepentingan untuk menjadi popular. Ketika murid-muridNya dipenuhi Roh Kudus, maka kuasa itu akan bekerja dengan sendirinya melalui karunia-karunia Roh Kudus (I Kor 12) yang menjadikan mereka semakin efektif dan berdampak dalam kesaksian hidupnya.

Kuasa Roh Kudus, telah melahirkan orang-orang yang mampu memberkati dan berdampak kepada siapa saja , dimanapun dan kapanpun. Jikalau kita dapat memahami, Roh Kudus membuat jemaat mengalami hubungan yang baik dengan tetangga mereka, dimana mereka disenangi semua orang dan berdampak pada pertobatan jiwa-jiwa yang berjumlah ribuan dalam periode waktu harian (Kis 2:47). Marilah kita selami dan alami akan kuasa Roh Kudus yang sangat utama dan sangat penting serta sangat strategis di dalam pemberitaan kabar baik melalui kesaksian hidup orang Kristen. Teruslah menggunakan kuasa Roh Kudus, karena ada mandate kesaksian di dalam kuasa itu. Fokuslah dan konsisten melangkan sebagai saksi surgawi di dunia.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Kisah Para Rasul 1:3-4,8
- Apakah yang Yesus larang terhadap murid-muridNya? (ayat 4-5)
- Apakah yang akan dialami para Murid ketika Roh Kudus turun atas mereka? (ayat 8)

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Menurut Anda apakah kuasa dan bagimana kaitan kuasa dengan pembuktian bahwa kita sebagai penerima kuasa Roh Kudus dapat bersaksi?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Milikilah cara pandang bahwa hidup orang Kristen adalah kehidupan seorang saksi Kristus. Tetapkanlah hati dan mulai bertindak dengan berani untuk menyampaikan tentang pengalaman Anda hidup sebagai pengikut Kristus.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Bersaksilah apakah yang telah Yesus Kristus kerjakan dalam hidup Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

