08 Juni 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 13:13, Filipi 3:10
PENGANTAR
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya Yoh 15:13
Dan nyawa atau hidup adalah sesuatu yang paling mahal dan penting bagi manusia.
MENEMUKAN (M1)
Dari Injil, kita dapat menemukan bahwa orang-orang dan murid-murid yang mau mengikut Yesus adalah orang-orang yang harus mempertaruhkan nyawa atau segenap hidupnya tanpa batas. Kenyataan ini memberikan gambaran kepada kita bahwa mengikut Yesus harus meninggalkan segala sesuatu. Ini merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi. Inilah sesungguhnya harga kepercayaan yang benar yang harus dipenuhi (dibayar) oleh orang yang mau mengikut Tuhan Yesus. Yesus sendiri telah memberi teladan kepada kita, yaitu kehilangan nyawaNya. Inilah yang dimaksud oleh firman Tuhan “menjadi sama dengan Tuhan dalam kematian-Nya.” Ini berarti sama dengan usaha untuk mematikan keinginan daging yang bertentangan dengan kehendak Allah dalam diri orang percaya.

Ini adalah tindakan untuk memadamkan cita-cita pribadi dan ambisi pribadi, serta hidup/ego itu sendiri, kemudian mengarahkan diri sepenuhnya untuk melakukan kehendak Allah. Ini juga berarti rela kehilangan segala hak demi pekerjaan-Nya. Semua ini menunjuk kepada suatu proses perjalanan hidup kekristenan yang benar. Jadi, sebelum kita mati secara fisik dan dikubur, kita harus terlebih dahulu memasuki proses kematian manusia lama. Hal ini sama dengan kehilangan nyawa. Pelayanan gereja harus mengarahkan jemaat pada level ini. “Bukankah orang rela mati untuk orang yang sangat ia cintai?”
MERENUNGKAN (M2)
Panggilan untuk mengalami kematian diri sendiri, sama dengan apa yang dikemukakan oleh Paulus “menjadi sama dengan kematian Tuhan Yesus.” Hal ini berlaku bagi semua orang percaya (Flp. 3:10). “Serupa dengan Dia dalam kematian-Nya” pada dasarnya adalah kehidupan yang ditujukan untuk kepentingan Injil Kerajaan Allah sepenuhnya. Kalau dahulu tujuan hidup kita sama dengan anak dunia, maka sekarang harus menjadi berbeda. Memang pemisahan ini tidak terjadi dalam satu hari, tetapi melalui proses panjang. Kita harus memperjuangkannya. Pemisahan ini berlangsung secara bertahap, tetapi pasti. Karena hal ini bukan sesuatu yang dapat terjadi secara otomatis, melainkan harus sungguh-sungguh diusahakan dengan sangat serius. Seberapa jauh seseorang mengalami pemisahan dari dunia ini dan menjadi manusia baru, tergantung kepada usaha individu. Menjadi kesalahan yang fatal kalau seseorang berpikir bahwa manusia tidak perlu berusaha memberi respons sebab semua dikerjakan oleh Tuhan berdasarkan penentuan-Nya.

MELAKUKAN (M3)
Sahabat, mari kita semua punya komitmen untuk hidup sama dengan Kristus, yang tidak pernah takut kehilangan nyawanya sekalipun, karena biji satu biji gandum akan menghasilkan ribuan biji gandum. Asalkan kita mau mati bagi Injil Kristus, (yaitu mati terhadap diri sendiri dan hidup di dalam Kristus), maka ia akan berbuah lebat/banyak. Kita akan berdampak bagi banyak orang!!
MEMBAGIKAN (M4)
Mari jemaat Tuhan viralkan sebuah gaya hidup hidup yang rela berkorban dan mati terhadap diri sediri, ditengah-tengah situasi dan kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya, pengorbanan-mu walau tidak banyak, itu akan memberikan kehidupan dan harapan bagi banyak Saudara/orang lain. Yuk sampaikan dan viralkan ya kepada banyak orang.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

