MINGGU – MENAHAN DIRI DAN TIDAK MENOLEH KEBELAKANG

03 Juli 2022

Penulis : Departemen Pengajaran GKKD Bogor

A. PENGANTAR

Kemarin kita sudah belajar untuk kita melihat kembali apa sebenarnya tujuan hidup kita sebagai seorang Kristen. Karena hanya dengan mempunyai tujuan yang jelas saja kita bisa tetap waspada, berjaga-jaga dan menjaga kondisi kita tetap dalam keadaan prima. Selain harus memiliki tujuan yang jelas, untuk memenangkan pertandingan kita harus menahan diri kita untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa menghambat kita didalam pertandingan dan juga tidak menoleh kebelakang melainkan fokus mengarahkan pandangan kedepan kepada garis akhir/tujuan kita.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

1 Korintus 9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Filipi 3 :13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Luk. 9:62 Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Paulus sedang berlari mengejar mahkota, dan dia juga menyuruh kita untuk berlari mengejar kemenangan itu. Tidak semua orang bisa mendapatkannya. Ada banyak orang yang ikut berlomba, tetapi tidak sampai garis akhir. Ada banyak orang telah mulai berlari, tetapi mereka tidak pernah sampai ditujuan. Mereka gagal. Dan ini sangat menyedihkan.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Ada 2 hal yang harus kita lakukan agar kita bisa sampai pada garis akhir. Pertama, kita harus menahan diri terhadap hasrat-hasrat kita. Hasrat atau keinginan kita bisa menjadi penghambat untuk kita terus berlari. Bukan berarti kita tidak boleh mempunyai keinginan, tapi hendaknya keinginan kita itu selalu sesuai dengan keinginan Allah. Hasrat ini bisa sangat menjebak kita, karena itu kita harus mewaspadainya. Ada banyak orang-orang Kristen yang baik yang mengalami kejatuhan karena pernikahan yang salah. Ada banyak orang begitu sangat mengejar cita-citanya sampai melupakan Tuhan. Ada banyak orang begitu tergila-gila dengan hartanya dan tidak peduli lagi dengan Tuhan, sampai-sampai dia takut kehilangan semuanya itu. Ada juga yang keinginan atau hasratnya tidak mau berlari, dia inginnya jalan santai saja atau hidup biasa-biasa saja yang penting tetap beragama Kristen. Kata berlari-lari dalam Filipi 3:14 berasal dari kata yang memiliki makna ‘mengejar’, berlari kencang dengan penuh tekad mengejar sesuatu. Mengejar berarti tidak berlari santai. Mengejar berarti sangat bertekad untuk mencapai tujuan. Jadi ini bukan sekedar kegiatan lari pagi atau jalan-jalan sore. Kata ‘mengejar’ ini berarti mengerahkan segenap upaya untuk mencapai tujuan!

Kedua, kita harus melupakan apa yang sudah ditinggalkan dibelakang. Kita tidak akan bisa memenangkan perlombaan, jika kita selalu melihat kebelakang. Kita pasti akan menabrak orang lain atau mungkin juga pohon bahkan jatuh kedalam lubang. Kita harus mengarahkan pandangan kita kedepan supaya kita bisa berlari lurus. Apa yang ada dibelakang kita? kehidupan masa lalu kita yang begitu duniawi. Kita harus tinggalkan. Ingat kisah bangsa Israel yang selalu mengingat-ingat kehidupan mereka di Mesir. Tuhan ingin mereka meninggalkan Mesir, namun sebagian besar mereka masih senang melihat kebelakang dan pada akhirnya mereka tidak pernah sampai kepada tujuan yang Allah sudah tetapkan. Orang yang menoleh kebelakang adalah orang yang begitu mencintai dunia ini. Dan Yesus berkata kepada orang-orang semacam ini, “Barangsiapa yang sudah siap membajak namun terus saja melihat ke belakang, ia tidak layak bagi Kerajaan Allah.”

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Mari saling mengingatkan satu sama lain untuk terus berlari-lari kepada tujuan dengan menahan diri dari segala hasrat kita serta menjadi orang yang tidak menoleh kebelakang.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47