10 Juli 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD
Yeremia 18:1-12
PENGANTAR
“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, Demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!
MENEMUKAN (M1)
Setiap kita orang percaya pasti akan mengalami proses pembentukan. Sebab Tuhan bukan hanya ingin kita selamat tetapi juga memproses kita melalui kehidupan sehari-hari agar kita menjadi sempurna, berharga dan mulia dalama pandanganNya. Proses pembentukan ini dapat terjadi dalam 3 hal, yaitu proses melalui hubungan langsung dengan Allah (Up Process) , proses berhubungan dengan kuasa kebenaran yang mengubahkan (In Process), serta proses pembentukan karena saudara seiman (out process).

MERENUNGKAN (M2)
Dalam proses pembentukan ini terkadang menjadi gagal, bukan karena Allah dan kebenaranNya atau komunitasnya yang gagal, tetapi ada beberapa hambatan yang berasal dari kita, manusia. Yang justru membuat kita gagal dibentuk, diproses dan dikuduskan. Diantaranya :
Kita manusia keras kepala dan keras hatinya (Mazmur 95:7-11). Tuhan mau menyatakan kuasa dan mujizatNya atas kita tetapi acap kali kita keras kepala sehingga menghambat rencana Allah dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu kita harus sadar akan proses Tuhan.
Selalu bersungut-sungut (1 Korintus 10:9-10). Bersungut-sungut menyebabkan kita selalu melihat sesuatu dari sisi negatif Tetapi sebagai orang percaya kita harus melihat dari sisi yang positif, yaitu rancangan Tuhan adalah yang terbaik.
Ketidaksabaran (Ibrani 6:1-5). Ketidaksabaran adalah hambatan yang serius dalam proses pembentukan.
Saat kita diproses oleh Allah, itu merupakan perjuangan yang cukup berat bagi kita, Ada banyak orang dapat bertahan dalam prosesnya dan ada juga yang tidak dapat bertahan karena kurangnya iman (bahkan jatuh dalam dosa, dan menganggap jatuh itu sebagai suatu kewajaran karena merasa masih tinggal di bumi). Padahal Allah bukan saja menghendaki kita selamat, tetapi rindu mendapati hidup kita sempurna. Ia memproses kita agar kita menjadi orang yang berkenan kepadaNya.

MELAKUKAN (M3)
Allah tidak puas dengan keselamatan kita, karena Ia juga mau memproses atau memurnihkan kita menjadi orang yang sempurna. Untuk kita harus berjalan bersama Dia. Relakan untuk kita terus dibentuk sesuai dengan kehendakNya, sebab itulah yang terbaik bagi kita.
MEMBAGIKAN (M4)
“Emas yang murni dan terbaik harus melewati proses “perapian”, dan itu tidaklah mudah!, mari kita sampaikan dan kuatkan ke banyak Saudara bahwa proses yang tidak mudah ini akan menghasikan emas yang murni dan terbaik.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

