03 Agustus 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Matius 4:4
A. PENGANTAR
Manusia ciptaan Allah adalah duplikasi sifat Allah yang memiliki kekuatan untuk menjadi teladan sifat Allah di bumi. Bukan saja memiliki kesamaan sifat Allah, tetapi juga diberikan otoritas untuk berkuasa dan menata alam semesta (Kej 1:26-28). Adam dan Hawa adalah produk Surga yang memiliki natur atau kodrat sebagai manusia rohani di bumi. Kemanusiaan manusia adalah identitas ciptaan yang segambar dengan Allah. Ekspresinya seyogyanya terjadi dalam seluruh keberadaan manusia yang dapat meliputi pikiran, perasaan, kehendak, pola tindak dan kebiasaan yang sepenuhnya dikendalikan oleh Allah. Akan tetapi kodrat itu tercemari oleh dosa yang mengikis makna dan kuasa segambaran dengan Allah dalam diri manusia. Ada satu dampak yang terjadi yakni, niat dan nafsu ingin menjadi seperti Allah (Kej 3: 5).
Pola pikir ”ingin menjadi seperti Allah” merasuki sampai ke pikiran bawah sadar manusia sehingga selalu terbentuk keinginan (“will’) untuk memperkatakan kata-kata rohani yang semu. Manusia yang adalah duplikasi sifat Allah, tetapi perilaku duniawi menyebabkan manusia terlalu sering untuk tidak menjadikan firman Tuhan yakni perkataanNya sebagai “makanan kehidupan” sehingga respon yang muncul terhadap keadaan-keadaan sulit atau merugikan dirinya, adalah emosional dan tidak pernah mengucap syukur.

Perkataan Kristus adalah energi rohani dalam diri kita, jikalau kta bersedia untuk mengubah pola pikir “ingin seperti Allah”. Ketika kita menyadari dan percaya bahwa manusia hidup dari setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah, maka perkataan egoisme akan tersingkir dan muncul respon ucapan syukur dalam setiap situasi.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Matius 4:4
- Manusia hidup dari apa sajakah?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Berdasarkan Matius 4:4, menurut Anda, manakah yang terlebih utama, apakah manusia hidup dari firman Tuhan, atau dari Roti saja? Bagi Anda, apakah arti perkataan Tuhan atau firmanNya? Bagaimana dampaknya dalam hidup Anda? Menurut Anda, apakah kita harus setiap saat memperkataan perkataan Tuhan? Apakah selalu memperkatakan perkataan Tuhan yang adalah firmanNya, dapat menolong kita dari jebakan bercabang lidah?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Jika Anda mengaminkan bahwa kuasa firman yang kita perkatakan adalah perkataan kehidupan, rencanakanlah setiap hari, untuk berlatih berkata-kata kebenaran Allah secara aplikatif dalam semua bagian hidup Anda.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Tiba saatnya, selalu menyaksikan kuasa perkataan Firman Allah sangat sanggup memberkati setiap orang, kepada orang-orang di sekitar komunitas Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

