Kamis – Perkataan dari Hati yang Jujur

04 Agustus 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ayub 33:3-4

A. PENGANTAR

Di dalam Amsal 4:23 disebutkan bahwa jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situ terpancar kehidupan, satu frase yang bermakna sangat mendalam. Menjaga hati adalah memelihara kehidupan. Pancaran kehidupan seseorang dapat diketahui melalui salah satunya adalah perkataan. Perkataan adalah cara penyampaian apa yang ada di dalam hati seseorang. Apapun isi hati seseorang akan dapat diketahui melalui pesan komunikasi dan tindakan. Apakah isi hati yang baik atau jahat, akan terpancar dalam bentuk komunikasi verbal (kata-kata) da non-verbal (dengan gerak tubuh, mimik wajah dan gestur).

Ayub adalah seorang yang jujur saleh. Apa yang diungkapkan Ayub dalam ayat di atas adalah ungkapan hati yang jujur karena di dalam hatinya terkandung roh yang takut akan Allah. Ketika seseorang selalu takut dan hormat akan Tuhan, di dalam segala keadaan dan dimanapun, maka orang tersebut akan selalu berkata jujur atau tidak bercabang lidah. Tetapi sebaliknya, jika seseorang tidak lagi memiliki hati atau roh yang takut akan Allah, maka dia akan mudah dan bahkan terbiasa berkata dusta atau berkata yang tidak sesuai antara isi hati dan perkataannya serta perbuatannya. Inilah yang disebut hukum dosa yang masih bekerja di dalamnya. Itulah yang dimaksudan oleh Rasul Paulus dalam Roma 7:19-20.

Menjaga hati tetap benar adalah menanam firmanNya ke dalam hati kita sehingga membuahkan perkataan yang jujur dan benar dengan standar firman Tuhan. Biasakanlah menanam ke dalam pikiran Anda prinsip-prinsip Alkitab, maka Anda akan terbiasa pula meresponi setiap keadaan dengan perkataan yang jujur.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Ayub 33:3-4.

  1. Apakah yang dkatakan Ayub? (Ayat 33).
  2. Apakah alasannya? (Ayat 34)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Bagaimana jika Anda menjadi seperti Ayub? Seorang yang hidup saleh dan takut akan Tuhan serta menjauhi kejahatan, tapi masih juga mengalami pencobaan yang berat.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Lakukanlah segera membangun budaya penanaman firmanNya saja setiap saat ke dalam pikiran dan hati Anda. Lalu sampaikanlah dengan jujur dan benar perkataan Anda ketika meresponi semua hal yang sedang Anda hadapi.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Tiba saatnya, selalu menyaksikan kuasa perkataan Firman Allah sangat sanggup memberkati setiap orang, kepada orang-orang di sekitar komunitas Anda.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47