JUMAT – UANG DAN KEKAWATIRAN

12 Agustus 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Matius 6:19-24

PENGANTAR

Riset oleh majalah Christiantianity Today menunjukkan bahwa 38% orang khawatir tentang pekerjaan/karir; 22% tentang uang; 10% karena anak; dan 9% kesehatan. Pekerjaan dan uang itu saling berkaitan karena kita bekerja untuk uang, jadi bisa dikatakan hampir 60% orang khawatir tentang uang. Seiring dengan peningkatan kemakmuran dan modernitas , maka kadar stress dan kekhawatiran juga akan meningkat.

PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)

Kekhawatiran itu sebenarnya adalah sesuatu yang sia-sia. Sama sekali tidak produktif dan tidak mungkin dapat mengubah keadaan. Karena itu kekhawatiran adalah suatu tindakan orang bodoh. Di ayat 27, Yesus bertanya, siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambah sehasta saja pada jalan hidupnya? Dengan kata lain, apakah kekhawatiran dapat mengubah keadaan? Apakah dengan mengkhawatirkan hidup kita, kita dapat menambah hidup kita barang satu hari pun? Kekhawatiran itu tidak akan membuahkan hasil apa pun. Bukan saja tidak mengubah suatu apa pun, tapi malah menghilangkan sukacita. Dan tidak heranlah kekhawatiran merupakan senjata ampuh Iblis untuk melumpuhkan anak-anak Tuhan. Kekhawatiran itu juga bertentangan dengan iman. Kekhawatiran adalah lawan dari iman.

MERENUNGKAN (M2)

Pakar medis sudah membuktikan adanya kaitan antara stres dan peningkatan resiko terkena penyakit. Stres membuat saraf kita mengirim sinyal ke otak untuk memberitahu seluruh jaringan saraf meresponi stres. Setelah itu detak jantung, pernapasan dan tekanan darah meningkat. Perubahan-perubahan ini menghambat pencernaan dan respon kekebalan tubuh. Karena itu orang yang stress mudah sekali jatuh sakit karena sistem pertahanan tubuh sudah lemah. Dengan kata lain, memang sudah dalam rencana Tuhan bahwa manusia itu diciptakan untuk hidup bergantung total kepada Tuhan dan menyerahkan semuanya pada Tuhan, dan Dialah yang akan memelihara kita. Kita tidak perlu khawatir tentang suatu apa pun. Sudah tentu, ini bukan alasan untuk bermalas-malasan karena _burung itu hidup bergantung pada pemeliharaan Allah tetapi ia terbang dari pagi sampai sore mencari makanan. Kita bekerja dan menjalankan bagian kita, tetapi kita tidak perlu stress atau khawatir setelah kita melakukan bagian kita karena Allah sudah berjanji bahwa Dia akan memelihara kita. Kekhawatiran sebenarnya menunjukkan bahwa ada yang tidak beres dengan iman kita. Karena kita tahu iman dan kekhawatiran itu bertolak belakang.

MELAKUKAN (M3)

Seorang anak, tidak akan pernah khawatir apakah bapanya akan memberinya makan. Dia tahu, saat dia lapar, makanan akan tersedia. Dalam hubungan anak dan orang tua, anak itu sama sekali tidak punya kekhawatiran. Dia yakin orang tuanya akan menyediakan. Allah itu mengasihi kita sebagaimana seorang bapa mengasihi anaknya. Kadangkala kita tidak yakin akan hal itu. Kerana itu kita ragu apakah Allah benar-benar akan memelihara kita, Mari saat ini kita pandang bunga -bunga padang dan burung-burung di udara! (ayat 26 & 28).

MEMBAGIKAN (M4)

Sampaikan ke banyak saudara seiman, tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu!. Jangan hanya cari uang tetapi kehendakNya!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47