11 Agustus 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Korintus 10:1-11
PENGANTAR
“Firman Tuhan yang kita baca hari ini adalah peristiwa yang terjadi dan dialami oleh bangsa Israel yang dapat kita jadikan pelajaran berharga dalam perjalanan hidup kekristenan kita saat ini. Bangsa Israel dipanggil Tuhan keluar dari Mesir dan dibawa kepada rencanaNya yang indah yaitu masuk ke Tanah Perjanjian (Kanaan), “negeri berkat”. Tetapi sayang, di tengah perjalanan sebagian besar dari mereka mati di padang gurun.
PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)
Renungan pagi ini bercerita sesuai kebenaran di Matius 22:14 “…banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.” Pasti ada sebabnya mengapa mereka tidak bisa masuk ke tanah perjanjian Kanaan! Alkitab mencatat bahwa mereka melakukan hal-hal yang jahat (1 Korintus 10:6). Meski dalam perjalanan dipelihara Tuhan begitu rupa, mereka tidak tahu bersyukur. Terus saja menyalahkan Tuhan! Padahal mereka diberi manna dari sorga setiap hari dan ketika minta daging, Tuhan pun memberikan burung puyuh. Bahkan mereka makan daging puyuh itu sampai kekenyangan hingga tersedak. Akibatnya puluhan ribu orang mati karena ketidak-taatan. Tidak hanya itu, mereka juga menyembah berhala (1 Korintus 10:7). Ketika tidak sabar menantikan Musa turun dari gunung Sinai, “..mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban,” (Keluaran 32:8). Tidak sabar menantikan jawaban dari Tuhan, membuat mereka berpaling kepada berhala! Dan berhala terbesar jaman now adalah uang.

MERENUNGKAN (M2)
Sampai hari ini masih banyak orang Kristen yang karena belum beroleh jawaban doa dari Tuhan secepat kilat, karena kepepet dan ingin mencari kekayaan, lari mencari pertolongan kepada berhala: pergi ke Gunung Kawi, dukun dan perhambaan lainnya. Hal ini sangat jahat di mata Tuhan karena berhubungan dengan kuasa kegelapan atau si Iblis yang adalah musuh Allah. Jika kita berhubungan dengan iblis dan gila harta , kita telah memposisikan diri kita sebagai musuh Tuhan. Bangsa Israel ketika mereka merasa mengalami tantangan dan cobaan di padang gurun justru makin melakukan yang jahat.
Ingat dalam tekanan masalah ekonomi dan keuangan, kita bisa melakukan kejahatan yang lebih besar, hanya untuk mencari jalan keluar kita bisa melakukan kejahatan seperti mencuri dan korupsi Misalnya. Tantangan dan cobaan hanya mendidik kita untuk merendahkan hati kita untuk taat berpegang teguh pada Firman dan mengetahui maksud Tuhan yang sebenarnya. Dalam kekurangan jangan berbuat jahat!

MELAKUKAN (M3)
Mari kita hidup dalam kebenaran, takut akan Tuhan, jangan berhenti untuk berharap kepada Tuhan dan senantiasa bersyukur buat semua masa-masa yang sulit yang kita hadapi. Dan jangan bersungut-sungut!. Uang memang penting, tetapi Tuhan segalanya, Ia katakan dalam Ibrani 13:5 bagian akhir “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” sebab itu mari kita berkata, “Tuhan penolongku, Aku tidak akan takut!
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pada semua saudaramu/pada banyak orang, bahwa terkadang dalam hidup ini kita mengalami kepepet (soal keuangan) tetapi mari kita punya sikap hati, dalam kepepet sekalipun aku tidak akan berbuat jahat, karena Allahku adalah penolong yang sejati!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

