17 Agustus 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yesaya 43:3-4
A. PENGANTAR
Pelajaran tentang karya Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat Dunia melalui kerelaanNya menjadi korban penebusan dosa dalam proses salib, mengajarkan kepada kita tentang arti kualitas seorang yang penuh damai dan menjadi pendamai bagi orang lain dan dunia. Bagi Yesus sebagai Anak Allah, tidaklah sulit untuk hadir sebagai pendamai di dunia sekalipun ada tantangan dari sisi kemanusiaannya yakni godaan untuk mundur sebagai pendamai. Yesus sangat kenal siapa diriNya di mata Allah dan tahu dengan sangat jelas apa tugasNya di dunia (Mark 14:36). Demikianlah, jikalau kita menjadi murid Kristus, kita seyogyanya meneladani Yesus Kristus, tentang bagaimana menjadi seorang yang membawa damai di dalam dunia.
Satu kunci penting agar kita mampu dan langgeng menjadi pendamai atau pengusaha perdamaian adalah bahwa kita telah berdamai dengan diri kita sendiri. Berdamai dengan diri sendiri adalah momentum terutama dan terbaik agar kita benar-benar menjadi seorang pembawa damai di tengah dunia. Caranya adalah membuat keputusan untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan Tuhan, Sang Pendamai. Landasan itu dijadikan sebagai modal cara pandang tentang keberhargaan diri kita di mata Tuhan , bahwa kita adalah seorang yang berharga, apapun latar belakang kita. Kepercayaan diri karena keberhargaan sejati akan menolong kita mampu menjadi pembawa atau yang mengusahakan perdamaian (Mat 5:9).

Berdamailah dengan diri kita sendiri, karena keyakinan itu akan melumpuhkan semua keraguan, ketidakpercayaan diri, merasa tidak berharga dan tidak mampu yang akhirnya dapat mengangkat kita menjadi anak-anak Tuhan yang diminta atau tidak akan menjadi pendamai dimanapun dan untuk siapapun. Ketika kita menjadi pendamai, maka kita sedang membawa nama Tuhan dan bersama Roh Kudus akan menginsafkan orang-orang yang bertikai atau terjebak ke dalam permasalah yang pelik dan panjang. Tiada yang mustahil bagi Tuhan. Tidak ada konflik pribadi atau antara orang dengan orang atau antara kelompok dengan kelompok, yang tidak dapat diselesaikan.
Lihatlah diri Anda yag telah berdamai dengan diri Anda, maka bersiaplah menjadi pendamai bagi orang lain.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Yesaya 43:3-4
- Siapakah yang menebus engkau? (ayat 3)
- Siapakah yang mengasihi engkau dan menyatakan engkau berharga? (ayat 4)

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah arti pernyataan ‘engkau berharga di mata Tuhan? Apakah hubungannya dengan kalimat ini : Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.(ayat 4)?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Cobalah periksa hati kita. Libatkan Roh Kudus untuk menyadari keberhargaan diri kita seperti apa hari ini? Jika masih ada rasa minder, tidak percaya diri, merasa terhukum dan gagal, selesaikanlah dengan berdoa dan meminta bantuan saudara seiman untuk meminta dukungan penyelesaiannya. Segeralah lakukan, karena Anda adalah anak-anak Allah, sebagai pembawa damai (Mat 5:9).
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saksikanlah pengalaman Anda sebagai pendamai hari ini, kepada orang lain.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

