KAMIS – Integritas Seorang Pembawa Damai

18 Agustus 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Matius 5:23-25

A. PENGANTAR

Seorang pembawa damai bukanlah satu profesi yang situasional. Maksud situasional adalah satu peran yang menjadi hidupnya sendiri dan menjadi gaya hidupnya. Mengapa? Karena pesan perdamaian yang akan disampaikan adalah kebenaran yakni Firman Tuhan yang menjadi dasar perdamaian yang diupayakan. Itu sebabnya, seorang pendamai seyogyanya adalah pelaku kebenaran tersebut. Melalui kebiasaan ini, seorang pembawa damai akan terluput dari jebakan pendamaian sebagai profesi yang situasional atau karena hanya diingatkan untuk berdamai atau hanya karena diminta oleh orang lain untuk mendamaikan. Apa yang dipahami sama dengan apa yang dikerjakan sesuai dengan prinsip Alkitab. Tidak ada ruang kebohongan atau ruang kemunafikan antara apa yang diyakini dengan apa yang dilakukan.

Ketika seorang pendamai memiliki kesalahan pada orang lain, maka dia tidak akan menunda untuk penyelesaian masalahnya. Sama seperti Yesus, sebagai Juru Damai Dunia, tidak pernah menunda tugas perdamaian atau penebusan manusia dari dosa (Ams 16:7) karena permusuhan atau ketidakdamaian bukanlah sifat Allah. Demikianlah seorang pendamai adalah seorang yang memiliki sifat Allah di dalam setiap situasi dan kondisi.

Seorang pendamai adalah seorang anak Tuhan yang diberikan anugerah Allah untuk menjadi saluran kasih dan pengampunan kepada siapa saja. Kejujuran antara isi hati dan perbuatan yang selaras atau sejalan akan menjadikannya seorang yang penuh penguasaan diri dalam setiap keadaan (As A Master in all things), mampu mengalahkan dendam, iri, sakit hati dan berusaha untuk menjadi netrai karena berdiri di atas prinsip kebenaran, bukan pada siapa atau situasi tertentu.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Matius 5:23-25

  1. Apa yang dinasehatkan dalam Matius 5:23-24, jika engkau ada menyimpan sesuatu yang salah di dalam hati Anda tentang orang lain?
  2. Apakah tindakan tunda atau segera berdamai dengan musuhmu? (ayat 25)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Renungkanlah bagaimana Anda memahami Matius 25:23-25, khususnya tindakan segera berdamai dengan orang? Bagaimana jika Anda menundanya? Apakah resikonya bagi Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Buatlah komitmen Anda untuk menjadi pendamai yang punya integritas, dengan cara segera mungkin menyelesaikan permasalahan orang lain yang menyangkut diri Anda.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Teruslah bercerita dengan penuh kasih akan arti hidup sejati seorang pendamai kepada orang lain.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47