19 Agustus 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
2 Tesalonika 3:13-16
A. PENGANTAR
Seorang pembawa damai – mereka yang telah diperdamaikan dengan Allah melalui iman kepercayaan mereka kepada Kebangkitan Yesus dari antara mati – adalah seorang yang memegang dan menghidupi prinsip-prinsip kebenaran Alkitab dengan kuat dan dan konsisten. Ketegasan karena dia tahu arti perdamaian sejati, dapat menunjukkan kasih pembawa damai kepada setiap orang. Jika ada orang yang menolak perkataan nasehat firman Tuhan, maka dengan kasih Tuhan, seorang pendamai tidak akan merasa bersalah dan atau menyalahkan mereka yang keras hatinya untuk diajar oleh Firman Tuhan. Alkitab menunjukkan caranya yakni janganlah bergaul dengan mereka. Arti ‘jangan bergaul’ tidak berarti memusuhi mereka, tetapi tetap menganggap mereka sebagai saudara.
Seorang pembawa damai harus selalu menjaga hatinya agar tetap selalu memiliki roh yang takut akan Tuhan. Artinya seorang pembawa damai setelah melakukan bagiannya untuk memberikan nasehat dan selanjutnya melibatkan Roh Kudus sebagai pribadi yang menginsafkan manusia yang bersalah. Tidak perlu trik yang terkadang membujuk orang yang bermasalah agar bertobat dari kesalahannya dan bertobat. Ketika kita tidak bergaul lagi dengan orang yang keras hati, tetapi tetap mengganggap mereka sebagai saudara- kita terus berdoa dengan satu keyakinan bahwa setiap orang sekeras apapun hatinya, tetap dapat diubahkan Tuhan. Jadi, sikap dan tindakan sebagai pendamai adalah tindakan kasih yakni penuh harap terjadinya perdamaian diantara para pihak yang berseteru.

Teladan Yesus Kristus, yang adalah Juru Damai sejati, hanya berfokus bagaimana kasihNya tetap harus menjadi dasar mempersatukan orang-orang yang bermusuhan. Dia tidak kuatir akan sulit atau tidak bisanya terjadinya perdamaian antara berbagai pihak, karena Tuhan Yesus percaya bahwa Bapa Surgawi akan sanggup mengubahkan setiap orang. Demikianlah kita, sebagai anak-anakNya yang memiliki peran sebagai pembawa damai, jadilah pembawa damai yang tidak bisa digoda oleh iblis dan tetap penuh cinta kasih kepada mereka yang memiliki hati yang keras untuk berubah.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : 2 Tesalonika 3:13-16
- Apakah tindakan kita ketika melihat orang tidak mau mendengarkan apa yang dinasehatkan? (ayat 14).
- Bagaimana kita memperlakukan orang yang tidak mau nasehat? (ayat 15)
- Apakah yang akan dilakukan Tuhan Yesus Kristus? (ayat 16)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Renungkanlah nats Alkitab yang dibaca di atas. Ketika kita menjauhi dan tidak bergaul dengan orang yang tidak mau mendengarkan nasehat Firman Tuhan, apakah kita dapat disebut tidak punya kasih Tuhan? Bagaimana Anda memahami ayat-ayat ini , dalam peran sebagai pembawa damai?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Latihlah mempertajam belas kasihan Anda setiap saat kepada setiap orang. Oleh anugerah Tuhan, karunia belas kasihan akan bekerja di dalam kita untuk memampukan kita sebagai pembawa damai. Tapi jangan lupa seorang yang memiliki belas kasihan, juga seorang yang tegas dan bijak ketika menghadapi orang-orang yang tertutup hatinya kepada perdamaian.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pengalaman Anda yang penuh kasih sebagai pembawa damai dalam beberapa hari belakangan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

