20 Agustus 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Markus 9:50
A. PENGANTAR
Dalam kitab Markus, disampaikan satu ajakan kepada pengikut Kristus untuk memiliki pengaruh yang digambarkan seperti garam yang memiliki rasa asin yang bermanfaat untuk memberi rasa pada bahan makanan atau makanan. Tanpa garam yang sehat, maka makanan menjadi tidak berasa di lidah atau hambar. Bukan hanya memiliki kecakapan dalam mengusahakan perdamaian, tetapi seorang pembawa damai, terutama harus memiliki daya pikat dalam menciptakan suasana damai dimanapun dia berada.
Ilustrasi garam dengan karakteristiknya sebagai benda yang memberi pengaruh pada makanan dan demikianlah benda itu diciptakan. Namun ada kalanya jikalau bahan pembuat garam tersebut tidak baik, maka garam tersebut dapat menjadi tidak asin lagi. Jika kondisi itu terjadi, maka garam tersebut tidak lagi dapat disebut garam karena sudah tidak lagi dapat memberikan rasa asin. Bagaimana dengan anak-anak Tuhan, sang pembawa damai? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selanjutnya selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain (Mark 9:50).

Jadi ada kaitan antara menjadi garam dan mengusahakan hidup damai. Artinya, kita tidak bisa membangun perdamaian, jikalau kita tidak menjadi seperti garam. Menjadi seperti garam adalah menjadi seorang yang memiliki daya pengaruh kepada orang lain, dimana pusat pengaruhnya adalah kehidupan rohani dan karakter yang mencerminkan Kristus Yesus. Konsistensi hidup dalam kebenaran Alkitab akan membangun gaya hidup yang selalu memberkati orang lain, sebab kuasa firman Allah itu bekerja sebagai kekuatan yang dapat memberikan motivasi dan melembutkan hati manusia yang keras. Seperti garam memberi rasa asin pada makanan, karena garam memiliki kekuatan tersebut.
Jadi, seorang pembawa damai memiliki gaya hidup yang selalu berpengaruh positif kepada orang lain. Ada upaya dari mereka karena komitmen untuk taat kepada firman Tuhan, untuk selalu berdamai dan mengusahakan perdamaian tanpa melihat situasi dan kondisi. Garam akan selalu mengasinkan ketika dipakai, demikian juga seorang pendamai akan selalu menciptakan perdamaian jika diminta untuk melayani upaya perdamaian.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Markus 9:50
- Apakah yang dinasehatkan dalam Markus 9:50?

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Bagaimana proses penerapan menjadi garam dalam hidup Anda? Bagaimana Anda dapat membangun kehidupan menjadi seperti garam (yang dapat selalu memberikan bantuan dan manfaat untuk orang lain) sehingga Andapun dapat mengusahakan perdamaian dengan orang lain?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Mulailah dan setialah menjadi pembawa damai.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Apakah berkat Anda hari ini? Saksikanlah kepada orang lain.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

