25 Agustus 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kejadian 6:14-22
A. PENGANTAR
Nuh adalaha seorang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dengan Tuhan, dikatakan Nuh bukan hanya berbicara dengan Tuhan, dia berjalan bersama dengan Tuhan. Mereka bergaul akrab, sebuah gambaran dua pribadi yang sangat mengenal satu dengan yang lainnya, mereka bisa berjalan bersama dan membicarakan hal yang sangat pribadi dan penting. Tuhan berbicara kepada Nuh tentang hal yang sangat penting bagi dunia ini, Tuhan menyampaikan isi hatiNya kepada Nuh yaitu kepedihan hatiNya karena bumi yang Dia ciptakan dipenuhi dengan kekerasan, sehingga Tuhan memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk. Tuhan menyampaikanNya kepada Nuh, pribadi yang bergaul denganNya. Tuhan mau menyelamatkan Nuh dan keluarganya, tetapi Tuhan memerintahkan Nuh untuk melakukan sesuatu yang tidak masuk akal yaitu membangun bahtera bukan ditepi pantai. Nuh tidak ada pertanyaan, dia mengerjakannya dengan penuh ketaatan seperti yang Tuhan perintahkan. Nuh tetap percaya sekalipun tampak seperti hal yang mustahil. Nuh tidak menghabiskan waktunya untuk mempertanyakan peerintah Tuhan sekalipun dia tidak mengerti tujuannya, yang pasti dia mendengar dengan benar perintah Tuhan dan melakukannya dengan cara yang benar. Nuh mengerjakan bahtera sesuai dengan perintah Tuhan, baik itu bahan bangunan, ukuran, bentuk ruangannya, Nuh mengerjakannya dengan benar, seperti yang dikatakan dalam ayat 22 “Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya”. Puji Tuhan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Dalam ayat 14-16, coba temukan apa yang Tuhan perintahkan kepada Nuh?
6:14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. 6:15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. 6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.
Dalam ayat 22, Bagaimana Nuh mengerjakan perintah Tuhan?
6:22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Terkadang apa yang Tuhan perintahkan sepertinya sulit dimengerti dan mustahil untuk kita kerjakan. Nuh mendapat perintah yang besar dari Tuhan, dia mengerjakannya dengan kemampuannya tahap demi tahap sampai tuntas. Dia mengerjakan sesuatu yang belum pernah dia bayangkan, dia melakukannya dengan ketaatan dan ketekunan. Dia tidak ada bertanya dan berbantahan dengan Tuhan, benar-benar dia lakukan hanya karena percaya. Demikian juga dengan hidup kita, di tengah pergumulan yang kita hadapi hari-hari ini dalam pekerjaan, keluarga dan pelayanan, mari kita bergaul akrab dengan Tuhan, mendengar perintahnya dan melakukannya dengan tepat, mujizat terjadi.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Ketaatan kepada Tuhan adalah melakukan perintahNya dengan benar, kadang-kadang perintahNya sepertinya mustahil untuk kita kerjakan. Kita mungkin tidak mengerti alasannya tetapi adalah sesuatu tindakan yang bijaksana apabila kita mengikutiNya. Apakah yang Tuhan minta saudara lakukan hari ini, tidak masuk akal? Belajarlah untuk mengikutinya seperti Nuh, dan selesaikan apa yang Tuhan perintahkan. Mari kita ikuti teladan Nuh yang luar biasa ini.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Hari ini bagikanlah kepada temanmu, bagaimana saudara melakukan yang Tuhan perintahkan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

