JUMAT: TEMBOK YERIKHO

26 Agustus 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yosua 6:13-16; 20

A. PENGANTAR

Ketika kita melihat sekeliling kita melakukan sesuatu yang berbeda dengan apa yang kita lakukan, hal ini adalah satu kondisi yang berat buat kita. Bisa saja mata atau perhatian semua orang akan tertuju kepada kita dan kita menjadi tertekan atau merasa bersalah karena aneh sendiri. Ketika kita memilih cara yang Tuhan perintahkan, sebenarnya kita sedang memilih jalan yang tidak disukai kebanyakan orang, cara yang tidak populer atau lumrah. Yang pasti jalan Tuhan tidak menjadi pilihan bagi mereka yang tidak perduli dengan Tuhan. Cara Tuhan menyelesaikan masalah terlalu unik dan asing bagi kita, tetapi itu yang harus kita pilih dan ikuti agar masalah kita dapat terselesaikan. Demikian halnya dengan cara Tuhan memimpin orang Israel merebut kota Yerikho, kata yang berkubu dan sulit untuk di taklukkan. Tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, tidak ada musuh yang terlalu kuat asal kita ikuti caraNya. Tuhan punya cara yang unik untuk menyerahkan Yerikho kepada Israel, cara yang bagi semua orang tidak lazim dan mungkin bodoh atau hal yang lucu. Bagaimana mungkin untuk merebut satu kota yang punya benteng yang kokoh dilakukan dengan cara hanya mengelilingi dan bersorak. Tetapi dalam hal ini Yosua dengan bangsa Israel melakukannya dengan penuh ketaatan dan Yerikho dikalahkan oleh bangsa Israel. Musuh dikalahkan dengan cara yang benar. Haleluya.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Dalam ayat 13, coba temukan bagaimana cara orang Israel mengelilingi tembok Yerikho.
6:13 Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di depan tabut TUHAN, sambil berjalan mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut TUHAN, sementara sangkakala terus-menerus ditiup.

Dalam ayat 20, Apa yang dilakukan oleh bangsa Israel sebelum tembok Yerikho runtuh?
6:20 Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu , lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Ketika kita menghadapi masalah, pasti kita memikirkan untuk mencari jalan keluar, berangkat dari pengalaman, nasihat orang dekat dan wawasan yang kita miliki kita akan mencoba untuk menyelesaikannya, hal ini adalah cara yang umum dilakukan oleh orang. Dalam perikop diatas, Tuhan memberikan satu cara yang unik bagi Israel untuk mengalahkan musuhnya, satu teknik perang yang tidak ada dasarnya sama sekali, satu hal yang tidak masuk logika. Tuhan mau tunjukkan kepada orang Israel, bahwa untuk mengalahkan musuh bukan sekedar ditentukan oleh metode, teknik, pengalaman atau strategi. Tetapi untuk mengalahkan musuh itu urusannya Tuhan, Tuhanlah yang mengalahkan musuh. Orang Israel diminta hanya taat kepada perintah dan Tuhan berperang bagi mereka.

Tembok Yerikho runtuh bukan karena alat atau senjata yang dimiliki orang Israel, tetapi tembok Yerikho runtuh karena Tuhannya bangsa Israel. Demikian juga dengan permasalahan yang kita miliki, masalah kita akan terselesaiakan bukan karena hikmat manusia atau pengalaman kita, tetapi hanya karena Tuhan. Ikutilah cara Tuhan, maka kita akan menemukan jawaban atas pergumulan hidup kita.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Belajarlah untuk taat kepada perintah Tuhan sekalipun kita tidak sepenuhnya memahaminya, karena tidak masuk akal kita. Percayalah bahwa Tuhan berkuasa atas apapun, yang Dia minta adalah percaya dan taat kepada perintahNya. Lihat tembok Yerikho runtuh karena ketaatan bangsa Israel.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Bagikanlah berkat yang saudara alami ketika taat kepada perintah Tuhan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47