01 September 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Amsal 10:31-32
A. PENGANTAR
Komunikasi adalah tanda kehidupan masih berlangsung. Komunikasi itu adalah buah dari apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh seseorang. Ketika ada faktor pencetus datang kepada seseorang , apakah itu berupa situasi baik atau buruk, orang yang menyenangkan atau menyebalkan atau ketika kehilangan barang atau mendapatkan barang baru yang bernilai – semuanya itu pasti akan memancing sel-sel saraf di otak manusia yang jumlahnya 100 milyar lebih itu, akan bekerja. Apalagi ketika faktor-faktor pencetus yang sama terjadi datang berulang kali, maka lama kelamaan otak secara otomatis akan memberikan perintah kepada saraf motorik untukbergerak. Misal, ketika seseorang terbiasa berkata bohong karena didorong oleh suruhan orang lain untuk berkata bohong , maka, orang tersebut sudah memiliki respon otomatis untuk berbohong tatkala dia bertemu dengan orang yang sama yang menyuruh dia berkata bohong. Itulah cara kerja otak manusia.
Dosa membuka celah kepada manusia untuk mudah berkata bohong dan bahkan dapat menyebarkan kata-kata bohong atau dusta. Dosa membuat manusia terbiasa berdusta demi kepentingan diri sendiri. Dengang cara kerja yang sama, tetapi konten pengetahuan diubah yakni berupa kebenaran Alkitab yang adalah Firman Tuhan, dapat membentuk kebiasaan berkata benar. Ketika seseorang anak Tuhan memulai hidupnya menjadi pengikut Kristus, dia memiliki kesempatan dan kemampuan untuk tinggal tetap di dalam firmanNya (Yoh 8:31-32). Tatkala anak Tuhan membaca dan merenungkan firmanNya secara kontinyu, maka otaknya akan membentuk sirkuit atau lintasan pesan yang berulang dan membentuk tindakan yang berulang. Saat teduh tentang kebenaran yakni kejujuran hati dan perkataan yang tidak bercabang lidah, akan membentuk lintasan berpikir , merasa dan berkata jujur secara konsisten dan kontinyu. Sehingga mulut orang benar akan mengeluarkan hikmat.. (Ams 10:31). Tidak perlu menjadi pusing dan bingung untuk mengatasi diri dalam perkataan yang mengandung kebohongan. Cukup dengan kita memerangi pikiran-pikiran negatif di dalam otak dengan melawannya melalui perenungan Alkitab secara konsisten dan kontinyu. Sebab, perkataanNya adalah Firman yang hidup dan berdampak pada pembangunan kebiasaan positif dan terpuji.

Pikiran yang benar akan membentuk perasaan yang benar dan menghasilkan tindakan yang terpuji. Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan, tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat (Ams 10:32).
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Amsal 10:31-32
- …… orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan di….. (ayat 31)
- Bibir orang benar tahu akan …… ( ayat 32)
B.2. MERENUNGKAN
Apakah arti mulut orang benar menurut Anda? Apakah sekedat berkata yang tidak mengandung dosa? Bagaimana seseorang dapat berkata bohong, sekalipun dia sudah berencana tidak mau berkata bohong?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Latihlah pikiran Anda untuk selalu menyampaikan fakta dan informasi secara benar agar komunikasi Anda pun dijamin tidak bermakna kebohongan. Mulailah dengan sifat takut akan Tuhan (Ams 10:27)
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Latihlah hati dan mulut Anda untuk selalu menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang lain, sekalipun Anda sedang dalam keadaan sulit dan menderita.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

