JUMAT : Saksi Dusta “Menyembur-nyemburkan Kebohongan”

02 September 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Amsal 14:1-7

A. PENGANTAR

Apakah hoaks? Secara sederhana artinya adalah (berita) yang tidak benar atau bohong. Penyebaran berita bohong adalah tindakan yang menularkan spirit kebohongan atau kepalsuan yang pada gilirannya dapat membentuk opini publik yang menyesatkan. Bayangkan jika di satu kelurahan terdengar berita bahwa besok akan terjadi kiamat dengan ciri-ciri tertentu yang “jelas”, maka sedikit banyaknya akan terbentuk satu respon kekuatiran yang akan membentuk satu pendapat umum dalam satu kelurahan. Alkitab menunjukkan bahwa orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan disebut saksi dusta, sedangkan saksi yang setia atau sejati tidaklah berbohong (Ams 14:5). Seorang pembohong dan penyebar berita bohong adalah satu karakter yang bodoh dan tidak bertanggung jawab. Perhatikanlah Amsal 14:1 – Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri. Perkataan yang tidak benar atau bohong adalah kekuatan untuk meruntuhkan pola kehidupan yang jujur yang telah dibangun. Mungkin Anda sudah dan sedang membangun gaya hidup yang jujur dan tulus, tetapi tatkala hanya satu kebohongan terjadi dalam hidup Anda, maka dampaknya adalah dapat meruntuhkan kehidupan yang Anda sudah bangun.

Sebagai solusinya adalah marilah kita membangun kehidupan yang bijaksana. Kehidupan yang bijaksana adalah kehidupan yang sarat dengan kebenaran Alkitab sebagai landasan hidup. Prinsip-prinsip integritas dan keberanian adalah kunci penting di dalam membangun hidup yang bijaksana.
Ada 2 hal yang dapat kita bangun yakni

  1. Berjalan dengan jujur dan takut akan Tuhan (Ams 14:2). Sikap hormat akan Tuhan setiap saat, akan menjadi pengingat untuk apa lidah diciptakan dan bagaimana tetap menjaganya agar tidak berkata dusta.
  2. Memelihara bibir, yakni mengontrol bibir dalam berkata-kata (Ams 14:3). Bibir yang terpelihara akan menyelamatkan diri dari pukulan rotan atau hal yang menyakitkan bagi diri seorang pembohong.

Jadi, kuasailah lidah dan bibir dengan satu pengertian bahwa dari mulut anak Tuhan seharusnya keluar kata-kata bijaksana yakni kata-kata yang selalu membangun orang atau komunitas bahkan bangsa. Ketika keputusan itu terjadi, maka kita sedang membangun opini di masyarakat tentang kebenaran yang sejati. Yesus Kristus selalu menyampaikan kata-kata yakni firmanNya sebagai kebenaran absolut. Sebaliknya semua orang Farisi dan Mahkamah Agama, menyebarkan berita sebaliknya yakni penyangkalan akan identitas Ke-Tuhanan Yesus Kristus. Mereka telah menularkan dan membangun opini yang salah tentang Yesus Kristus. Di masa kini, seyogyanya kita sebagai anak-anak Tuhan, menyampaikan Ke-Tuhanan Yesus melalui perkataan dan kesaksian di dalam lingkungan kehidupan kita masing-masing (Wah 12:11) untuk mengatasi semua pesan kebohongan atau pemalsuan tentang identitas Yesus Kristus di dunia. Semburkanlah Firman Tuhan, maka kebohongan akan menyingkir .

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Amsal 14:1-7

  1. ….. tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia. (ayat 2)
  2. Di dalam mulut orang bodoh ada …. tetapi orang bijak dipelihara oleh…. (ayat 3)

B.2. MERENUNGKAN

Bagaimanakah Anda dapat selalu menjaga bibir sehingga menjadi seorang yang bijaksana senantiasa dalam berkata-kata?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Pikirkan dan hayatilah melalui perasaan Anda sebagai saringan sebelum Anda menyampaikan satu atau beberapa pesan kepada orang lain. Tingkatkan dayaa nalar dan kurangi sisi emosional serta perkataan dengan jelas dan tegas.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Sampaikanlah pesan-pesan kebenaran kepada siapa saja dan dimana saja.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47