07 September 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 8:1-11
A. PENGANTAR
Jikalau anda memiliki hubungan dengan orang lain dengan sangat dekat dan bersahabat, seberapa kuatkah anda mempertahankan hubungan tersebut pada saat terjadi konflik yang melukai hati anda terjadi? Apakah anda tetap menjalin hubungan dengannya sekalipun masalah anda belum selesai dengannya?
Sekali lagi belas kasihan , bukanlah rasa iba atau kasihan kepada orang lain. Belas kasihan bukanlah ungkapan hati semata yang biasa disebut dengan simpati, tetapi belas kasihan adalah ungkapan hati yang disertai tindakan kebenaran. Disebut juga dengan istilah empati. Sesungguhnya belas kasihan adalah kekuatan diri untuk mempertahankan hubungan antar manusia yang buruk dengan kerelaan untuk melepaskan pengampunan kepada orang yang telah menyakiti anda.
Yesus Kristus seringkali mengalami sakit hati oleh segala macam bentuk perilaku manusia yang tidak menerima kehadiranNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat di Yerusalem dan sekitarnya. Yesus juga manusia biasa yang memiliki pikiran, perasaan dan kehendak pribadi. Dia memegang hukum dan menegakkan dengan sungguh-sungguh. Oleh karena ingin menegakkan hukum dan ketetapan Bapa, Yesus justru disakiti. Wanita yang telah berzinah, telah menyakiti Bapa Di surga karena pelanggaran moral yang dilakukannya. Tetapi, hati Yesus yang sarat dengan kasih, mengungguli pikiran warasnya, dimana wanita yang seharusnya dihukum karena dosanya, telah mendapatkan pengampunan dari Yesus tanpa satu syarat apapun.

Belas kasihan itu mengampuni, yakni melupakan dan mengajak orang yang bersalah untuk hidup benar.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Yohanes 8:1-11
- Apakah yang dilakukan dan dikatakan ahli Taurat tentang perempuan yang berzinah dalam Nats Bacaan Alkitab hari ini? (ayat 3-5)
- Apakah tanggapan Yesus terhadap komentar ahli Taurat tentang perempuan yang berzinah? (ayat 7)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Jika Anda sedang berada dalam situasi yang dialami Yesus dan ahli taurat ketika didapati seorang perempuan berbuat amoral pada saat itu, apakah yang akan Anda katakana? Tindakan seperti apakah yang akan Anda lakukan? Mengapa Yesus berkata seperti ini : “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh 8:7)

B.3. MELAKUKAN (M3)
Berdoalah dan berserah agar anugerah Tuhan untuk Anda dapat memampukan Anda dalam penyelesaian masalah atau konflik dengan orang lain. Sekiranya Anda mengalami kesulitan mengampuni orang lain yang bersalah kepada Anda atau kepada orang-orang terdekat Anda, misalnya keluarga Anda, terapkanlah belas kasihan Tuhan sebagai kekuatan untuk mengampuni.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saksikanlah pengalaman kemenangan Anda terhadap kekerasan hati untuk mengampuni orang lain.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

