14 September 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kejadian 2:15
A. PENGANTAR
Tuhan menciptakan manusia pada hari ke enam, manusia pertama diciptakan Tuhan segambar dan serupa dengan Allah, setelah menciptakannya Tuhan katakan sungguh amat baik. Tuhan menempatkan manusia di tempat yang dirancang oleh Tuhan, tempat khusus yang disediakan oleh Allah untuk kepentingan manusia, sebuah Taman Eden, tempat yang cocok untuk manusia tinggal di bumi. Di sana manusia mengalami kehadiran Tuhan dan bisa berkomunikasi dengan Tuhan senantiasa. Tuhan memberikan tugas kepada manusia untuk mengusahakan dan memelihara Taman tersebut. Hal ini menggambarkan kepada kita, bahwa manusia tidak diciptakan untuk menganggur atau hanya berdiam diri, tetapi harus aktif untuk melakukan perintah Tuhan yang dimulai di Taman Eden. Di taman itu ada empat sungai yang mengalir, ini juga menggambarkan bahwa taman itu luas, artinya tanggung jawab dari manusia itu besar. Pada saat Adam hidup kudus, bebas dari dosa, ada hubungan yang sempurna, harmonis dengan Tuhan, semuanya berjalan dengan baik. Tetapi sejak mereka tidak taat kepada perintah Tuhan, permasalahan dalam kehidupan dimulai. Mereka tidak bisa lagi tinggal dan mengusahakan taman itu. Apapun tugas yang Tuhan perintahkan kepada kita, lakukanlah sesuai dengan prinsip firman Tuhan. Permasalahan akan muncul ketika kita tidak memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan. Kemampuan kita tidak akan bisa berkembang tanpa kehadiran Tuhan, tanpa hidup benar dan kudus dihadapanNya. Adam mendengar perintah Tuhan tetapi dia tidak melakukannya dengan benar. Jadi mendengar perintahNya satu hal, mengerjakan sesuai dengan yang kita dengar adalah hal yang berbeda. Intim dengan Tuhan adalah kunci multiplikasi.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Dalam Kej 2:15 : Apakah manusia itu bekerja? Apa pekerjaannya?
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Dari sejak semula Tuhan menciptakan manusia itu memang untuk bekerja, jangan pernah kita bayangkan hidup bebas dari bekerja. Bekerja itu adalah hal yang rohani dan berkenan bagi Tuhan. Dalam bekerja kita sedang mempergunakan kemampuan yang Tuhan berikan untuk melipatgandakan kerajaanNya dimuka bumi ini. Tuhanlah yang menyediakan tempat yang sesuai bagi kita untuk bekerja dan kita akan maksimal disana ketika kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Kita bisa bersekutu dan harmonis dengan Tuhan ketika kita bebas dari dosa. Terkadang bukan besarnya pekerjaan yang membuat sulit, tetapi bagaimana sikap hati kitalah sumber kesulitan itu. Sama seperti Adam dan Hawa, mereka mengusahakan dan memelihara Taman Eden yang luas tanpa ada keluhan dan kesulitan, tentunya karena mereka intim dengan Tuhan. Jadi apapun yang kita kerjakan akan menjadi mudah, menyenangkan dan berhasil ketika kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Ucapkanlah syukur kepada Tuhan atas pekerjaan yang ada saat ini, bekerjalah sesuai dengan prinsip firman Tuhan, dan alamilah persekutuan yang intim dengan Tuhan ketika bekerja. Kerahkan seluruh kemampuan yang Tuhan berikan dalam bekerja, permuliakan Tuhan melalui apa yang engkau kerjakan hari ini.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Sampaikanlah bahwa bekerja adalah keharusan bagi orang percaya, dengan bekerja kita menghargai kemampuan yang Tuhan berikan dan kita bisa melipatgandakan kemampuan kita dan mengalami berkatNya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

