13 September 2022
Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kejadian 26:1-13
A. PENGANTAR
Kita hidup di zaman yang sukar, zaman yang mempertontonkan keegoisan, manusia cenderung semakin independen, tidak perduli satu dengan yang lain. Kita semakin didorong sedapat mungkin memiliki atau menahan sebanyak-banyaknya daripada memberi atau melepaskan apa yang kita punya. Dalam perikop ini ternyata Ishak pernah mengalami satu kesulitan atau kesukaran yaitu kelaparan, dia bersama istrinya mencari jalan keluar untuk bertahan hidup karena ditempat dimana dia tinggal tidak lagi menjanjikan dan dia hendak mengungsi ke Mesir. Hal seperti ini bisa juga terjadi dalam kehidupan kita, ketika kesulitan datang, kita langsung cari jalan keluar tanpa bertanya kepada Tuhan. Kita semua merasakan kesulitan pada masa covid-19 yang tahun ini mulai melandai, dampak ekonomi masih terasa berat bagi kehidupan keluarga juga kita sebagai gereja. Kita mengalami kondisi ini bersama dan secara manusia kita tidak tahu kapan berakhir dan dampaknya dimasa depan. Percayalah Tuhan tahu dan berdaulat atas semua yang terjadi dan Dia tahu jalan keluarnya, Dia sangat perduli Ishak, demikian juga dengan kita.
Ditengah rencananya untuk mengungsi ke Mesir, Tuhan menyuruhnya untuk menetap di Gerar sebagai orang asing, sebagai orang asing pastilah sulit dan tidak mengenakkan. Sudah seharusnya dalam kondisi ini apa yang ada harus dipertahankan, dihemat dan dijaga jangan sampai berkurang atau habis. Tetapi dalam kondisi sulit dan ditengah ketidakpastian di negeri asing Ishak menabur di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat.

Mari kita sebagai jemaat, menaburlah seperti yang dilakukan Ishak, kita tabur dengan doa, kasih. Kita tabur benih firman Tuhan buat kota dan bangsa ini. Kita terus menabur benih firman Tuhan yang akan menghasilkan tuaian hidup yang kekal.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Dalam ayat 1:Apa yang dialami oleh Ishak?
Dalam ayat 2: siapa yang memerintahkan Ishak tinggal di Gerar?
26:1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. –Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. 26:2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, z diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.
Dalam ayat 12 dan 13 apa yang dilakukan dan dialami oleh Ishak?
26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 26:13 Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Ditengah kesulitan yang ada, kita perlu mendengar suara Tuhan, kita mau bereaksi terhadap apa yang kita hadapi bukan dengan logika semata-mata, tidak mengandalkan pengalaman atau analisis sendiri. Kita butuh mendengar apa maunya Tuhan, apa maksudnya Tuhan. Ishak mendengar apa yang Tuhan mau dan mentaatinya. Taat kepada perintah Tuhan adalah awal dari melipatgandaan, pintu dari multiplikasi. Ketika kita sudah mendengar dan taat perintah Tuhan, mulailah menabur, lakukan walaupun kondisinya sulit dan tidak mengenakkan. Ishak taat dan menambur, dia menuai hasil yang banyak, menjadi kaya dan sangat kaya. Ada multiplikasi yang hebat ketika kita menabur di tempat yang Tuhan perintahkan.
B.3. MELAKUKAN (M3)
Dengarlah suara Tuhan, taati perintahnya. Tinggallah di temapat yang Tuhan perintahkan. Bekerjalah dan menaburlah disana, jangan diam atau berpangku tangan. Mulailai menabur karena percaya kepada Tuhan, maka mujizat akan terjadi. BerkatNya akan melimpah.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah bagaimana berkat yang saudara alami ketika taat kepada perinta Tuhan dan mulai menabur.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

