02 Oktober 2022
Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ulangan 8 : 28, Ulangan 28:1-2
A. PENGANTAR
Ulangan 8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Kekuatan atau “power” yang bisa juga diartikan dengan “kuasa”’ Dalam ayat diatas, dikatakan bahwa Tuhan memberikan kepada kita ‘kuasa’ untuk memperoleh kekayaan. Untuk mempermudah pemahaman Anda mengenai ‘kuasa untuk memperoleh kekayaan,’ berikut ini ada satu contoh sederhananya. Seorang yang berpakaian lusuh membawa kertas dan menunjukkannya kepada teller bank yang sedang bertugas. Teller bank meminta KTP pria itu, mencatatnya, lalu menyerahkan sejumlah besar uang kepada pria tersebut. Pria berpakaian lusuh yang tadinya tidak punya uang ini, tiba-tiba dalam sekejap membawa uang. Ternyata, pria ini menerima sebuah cek senilai sepuluh juta rupiah dari seorang teman pengusaha kaya yang tergerak hatinya untuk menjadi saluran berkat bagi pria tersebut.

Apa yang membuat teller bank berani menyerahkan uang sebesar itu yang diambil dari rekening bank yang bukan milik pria tersebut, lalu memberikannya kepada pria tersebut? Karena dalam kertas cek tersebut ada tanda tangan dari si pemberi cek! Dan karena si pemegang cek bisa menunjukkan KTP yang sah. Bukan karena sang pria memiliki uang di bank, tetapi karena ia memegang ‘kuasa’ untuk mencairkan uang dari bank.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Begitu jugalah yang terjadi dalam hidup kita sebagai umat percaya, kita menerima ‘kuasa untuk memperoleh kekayaan’ dari Tuhan. Kita mungkin saja orang yang berkekurangan serba pas-pasan.. Tetapi ketika kita bisa mengakses kuasa dari Tuhan untuk memperoleh kekayaan, maka hidup kita akan diubahkan menjadi penuh kelimpahan berkat serta anugerah dari Tuhan, sehingga hidup kita bisa memuliakan nama Tuhan. Tentu untuk memperoleh kuasa itu kita harus memiliki syarat (seperti KTP dalam ilustrasi diatas). Ada 7 syarat utama untuk kita dilayakkan memperoleh perjanjian berkat_(baca buku Perjanjian Berkat karya Eddy Leo)_, yaitu : 1. Memiliki hikmat yang berasal dari Allah, 2. Kemampuan (tanggung jawab) dalam mengelola harta yang dititipkan Tuhan, 3. Memiliki hati yang memberi 4.Senantiasa bersyukur 5. Bergantung sepenuhnya kepada Allah 6. Berkata-kata sesuai kebenaran, dan 7. Bekerja

B.3. MELAKUKAN (M3)
Hari ini, selain melakukan 7 syarat datas, maka mintalah kepada Tuhan untuk menunjukkan kepada kita bagaimana cara mengakses kuasa untuk memperoleh janji dari Tuhan. Satu hal yang perlu kita perhatikan, mintalah dengan hati yang bersih, tulus, demi untuk kemuliaan Tuhan, dan bukan untuk ambisi pribadi atau nafsu kita saja. Percayalah bahwa pasti Tuhan akan menunjukkan caranya kepada kita dan kita akan menikmati perjanjian berkat yang luar biasa yang sudah Tuhan sediakan.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Bagikan 7 syarat untuk kita memperoleh berkat perjanjiannya, kepada siapapun. Lihat dan saksikan bahwa Allah itu setia (perhatikan Ulangan 28 :1-2).
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

