03 Oktober 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kejadian 2:1-7
A. PENGANTAR
Ketika kita melihat anak kita tidur terlelap, ada semburat kasih sayang yang memenuhi batin kita. Meskipun bukan kita yang menciptakan mereka, tetapi kita telah melihat wujud kasih sayang dan keajaiban Allah. Tidakkah saudara tahu bahwa Allah memandangi kita dengan tersenyum ketika kita tidur? Karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan Dia. Maka, ketika Allah membentuk manusia pertama (dan seterusnya…), Dia menciptakannya dengan kasih yang meluap-luap.
Ketika debu tanah sudah membentuk wujud manusia, maka Allah menghembuskan nafas-Nya sehingga manusia menjadi makhluk hidup. Bukan hanya nafas hidup yang dihembuskan Allah, melainkan juga kasih-Nya yang menjadi jati diri-Nya, kepribadian-Nya. Itulah mengapa sesungguhnya semua manusia memiliki benih kasih Allah. Manusia pasti memiliki kemampuan untuk mengasihi, karena Allah yang memampukannya.

Tuhan menciptakan manusia dengan maksud agar manusia dapat mengasihi Allah, mengasihi sesamanya dan mengasihi alam semesta ciptaan Tuhan. Dan Tuhan tahu bahwa kita mampu, karena Dia memberikan kepada kita kuasa kasih-Nya.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Kejadian 2:1-7
- Apakah yang dikatakan dalam ayat 2?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Allah kita adalah Allah Kasih yang tidak pernah berubah. Bukti awalnya adalah manusia diciptakanNya segambar dan dihembuskan dengan nafasnya atau duwahyukan. Renungkanlah betapa dalam rancangan kasihNya dan tak terselami akan keAllahannya.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Tuliskanlah dalam kertas Anda, sejauh mana Anda memahami kasih Allah kepada Anda?
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah kemahakuasaan kasihNya kepada orang lain.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

