06 Oktober 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kolose 1:26-29
A. PENGANTAR
Fenomena sosial di dunia kerja telah terjadi, dimana banyak orang merasa kekurangan waktu dalam dalam berbagai bidang, sebutlah ada 4 bidang besar yang pernah diklasifikasi oleh penulis dan konsultan yakni Karir (Career), Komunitas (Community), Kreativitas (Creativity) dan Panggilan (Calling) (Jhonson, Brett). Karir adalah suatu pekerjaan atau profesi yang membutuhkan satu pelatihan khusus, yang diikuti sebagai bagian dari hidup seseorang. Komunitas mengacu pada keluarga inti, keluarga jauh, persekutuan/gereja, kumpulan-kumpulan sosial. Kreativitas adalah daya cipta/potensi untuk menciptakan sesuatu. Panggilan adalah fungsi khusus di suatu bidang dalam kehidupan seseorang yang berasal dari Tuhan. Keempat bidang tersebut tentu menuntut waktu kita agar proses di dalamnya bisa terjadi. Keempat bidang itu punya tujuan dan kepentingannya tergantung dari setiap pelaku di dalamnya.
Sesungguhnya pada awal Sang Pencipta mendesain Karir, Komunitas, Kreativitas dan Panggilan, semua dalam kondisi harmonis secara potensi dan bertujuan untuk memuliakan Tuhan Sang Pencipta. Keempat bidang tersebut menjadi area perjuangan manusia untuk mengakui KeEsaan Sang Pencipta dalam keempat bidang tersebut. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kej 1:27-28;Gal 3:20)

Namun sayang disayang, ketidakberdayaan manusia memahami konsep Keutuhan atau KeEsaan Tuhan ini menyebabkan manusia mengalamiketidakharmonisan antara Karir, Komunitas, Kreativitas dan Panggillan. Wujud ketidakharmoni adalah terjadinya tekanan satu sama lain yang semakin hari semakin kuat dan bahkan berpotensi dan sudah terjadi dimana tekanan pada karir yang begitu tinggi menyebabkan tidak sedikit komplain dari anggota keluarga (komunitas).
Dalam kehidupan orang-orang muda, kekaburan arti dan pendalaman Keesaan Tuhan dalam pendidikan dan pergaulan. Seringkali terjadi pemisahan antara Tuhan yang dipercayai dengan jodoh. Adakalanya kesungguhan beribadah dialami orang-orang muda, tetapi adakalanya juga ketika masuk ke dalam perkara jodoh, mereka berupaya dengan pemahaman dan cara tersendiri. Tuhan tersandera dengan kesempitan berpikir orang muda. Seolah-olah ibadah adalah bagian untuk Tuhan, perjodohan adalah bagian “saya”. Ditambah dengan berbagai macam aktivitas sosial orang muda, menyebabkan munculnya rasa kekurangan waktu. Yang cenderung ditinggalkan pada saat kesibukan sebagai orang muda begitu banyak adalah hal beribadah kepada Tuhan dan interaksi dengan keluarga inti (ayah, ibu dan saudara). Inilah disebut pemisahan bagian-bagian kehidupan. Waktu yang sangat banyak diisi dengan berbagai ragam aktivitas, berpotensi menjauhkan orang muda dari Tuhan dan hadiratNya.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Kolose 1:26-29
- Apakah rahasia yang sudah ada sejak berabad-abad? (ayat 26,27)
- Sipakah yang menjadi pusat pemberitaan dalam penuntunan kepada kesempurnaan Kristus?

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Sekiranya Anda merasa terlalu sibuk dan merasa kekurangan waktu bahkan mencoba untuk menawar kepada Tuhan, seolah-olah waktu dapat ditambah menjadi 25 jam per hari, apakah pendapat Anda? Bagaimana hubungan ketersediaan waktu Anda dengan semua aktivitas Anda dan dengan Allah sebagai pusat kehidupan yang adalah Allah Yang Esa?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari ubahkan pola berpikir kita. Alkitab mengajarkan bahwa Allah sebagai pusat kehidupan dan di dalam dia ada kesempurnaan. Relakanlah satu per satu bagian kehidupan Anda yang belum Anda buka kepada Tuhan, agar Tuhan berurusan dengan bagian-bagian itu.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Dunia membutuhkan kabar terbaru tentang apakah arti hidup yang utuh. Saksikanlah.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

