07 Oktober 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ulangan 6:5-7
A. PENGANTAR
Apa yang dikatakan dalam Ulangan 6:5-7 dijelaskan tentang betapa sangat pentingnya mengasihi Tuhan Allah, yang disembah oleh Bangsa Israel. Ditekankan kepada mereka agar mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan, karena dengan keputusan dan bertindak untuk mengasihi Allah akan menolong mereka untuk berfokus pada Allah Bangsa Israel, sebagai penjamin dan pemimpin mereka menuju Tanah Kanaan, yang tentu lebih baik keadaannya dibandingkan Mesir. Bukan saja lebih baik, Tanah Kanaan menjadi wilayah strategis untuk mempersiapkan dan mengutus bangsa Israel melayani bangsa-bangsa lain. Kasih yang sungguh-sungguh kepada Allah adalah bukti konsistensi dan persistensi atau kegigihan dalam membangun iman dan peyangkalan diri setiap saat di tengah tantangan, halangan dan ujian di padang gurun yang sangat berat.
Mengasihi Allah bukanlah bersifat situasional dan musiman atau hanya berbatas karena acara tertentu saja, karena kehidupan kekristenan adalah seumur hidup, bukan situasional atau berdasarkan acara saja, seperti ibadah minggu, retreat atau pertemuan pembinaan rohani saja. Apa yang dikatakan dalam Ulangan 6:7, tentang tindakan pengulangan dalam mengajarkan tentang bagaimana mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan. Pengulangan berbicara tingkat keseriusan untuk membangun kebiasaan dalam hal mengasihi Allah. Ketika kebiasaan mengasihi Allah terbentuk, maka sesungguhnya kita sedang membuka diri lebih luas terhadap kehadiran Allah yang mengajarkan kepada kita tentang arti keutuhan hidup dan bagaimana keutuhan hidup yang standarnya dari Allah dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Kasih yang sangat dalam kepada Allah adalah memperkecil ruang untuk mengasihi diri sendiri atau dunia. Mengasihi Tuhan Allah secara terlatih, akan memampukan otak kita secara otomatis untuk menggerakkan kemauan kita untuk menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus setiap saat.

Memang tidaklah mudah untuk membangun kebiasaan otomatis menyangkal diri, karena selalu saja ada tipuan-tipuan atau dosa yang mengikat. Seperti halnya bangsa Israel, selama mereka masih mengutamakan perut mereka atau menjadi kebutuhan akan perut yakni makanan dan minuman menjadi tuan mereka, maka akan sulit untuk dapat mengasihi Allah dengan seganap hati, jiwa dan kekuatan. Dari kisah perjalanan bangsa Israel ini, marilah kita petik satu esensi menyembah Allah yang Esa. Apakah esensinya? Hidup menyembah Allah yang Esa dimulai dengan hidup mengasihi Alllah secara sepenuh hidup lewat penyerahan diri dan ketaatan menjalankan semua ketetapan, perintah dan prinsip-prinsip kebenaran Allah. Karena dengan demikian kita sedang memperluas wilayah kerja Allah di dalam hidup kita. Keputusan untuk mengasihi Allah adalah keputusan untuk menyediakan ruang kerja Allah untuk memberkati kita tanpa batas, dalam semua bagian hidup kita.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Ulangan 6:5-7
- Bagaimana mengasihi Allah ? (ayat 5)
- Bagaimana proses belajar mengasihi Allah ? (ayat 7)

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Coba renungkan bagaimana situasi bangsa Israel pada saat setelah keluar dari Mesir. Yang pasti suasana tidaklah senyaman di Mesir (sekalipun ada kerja paksa di Mesir, tetapi bangsa Israel menjadi jaminan akan makanan dan minuman dari Kerajaan Firaun). Dalam hal logistik tentu terbatas, cuaca sangat terik dan kesiapan fisik yang tidak stabil. Bagaimanakah dalam situasi ini mereka bisa tetap dapat mempercayai Allah yang disembah Musa?
Bagaimana Anda menerapkan Ulangan 6:5,7, di dalam situasi ini?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Mengasihi Allah dengan konsisten dan persisten, harus dimulai dengan keputusan Anda untuk rela melepaskan semua hak pribadi dan mempersilahkan hak Tuhan Allah untuk mendidik Anda dan membawa Anda ke dalam rencanaNya yang mulia dan sempurna. Ketika Anda memutuskan untuk mengasihi Allah , maka ketika itu juga Anda memulai latihan setiap hari menyangkal diri dan menyelaraskan semua pola pikir, pola rasa dan pola tindak Anda kepada prinsip-prinsip Alkitab. Mulailah sekarang dan teruskanlah dengan kesetiaan kepada Allah.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Bersaksilah dengan keterbukaan yang tulus kepada orang-orang dekat Anda, tentang bukti intervensi Tuhan dalam semua bagian hidup Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

