21 November 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Efesus 2:4-5, 19-22
A. PENGANTAR
Gereja adalah satu kumpulan orang percaya kepada Kristus yang berasal dari dunia yang menolak Kristus, dipilih dan ditetapkan untuk menjadi kumpulan orang yang berada dalam satu kemimpinan yakni kepemimpinan Kristus, sebagai kepala gereja. Oleh kasih karunia, manusia dihidupkan dalam roh melalui keselamatan , agar manusia dapat menjadi komunitas yang melayani Dia di dalam konteks sebagai Tubuh Kristus.
Sebagai kepala gereja, Kristus membangun satu bangunan rohani yang terdiri dari para orang Kristen, yang diibaratkan seperti satu bangunan rumah batu, yang dibentuk dan disusun oleh gabungan dan susunan batu bata yang dilekatkan satu dengan lainnya oleh semen dan perekat tembok lainnya. Formasinya dibuat sedemikian rapi dalam susunannya dan terikat satu batu dengan lainnya sehingga menciptakan kekuatan dinding dari rumah batu tersebut. Rumah batu itu disebut bait Allah.
Agar bait Allah dapat menjadi tempat kehadiran dan kediaman Allah yang kudus, maka orang-orang Kristen disebut kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Bangunan bait Allah adalah sesuatu yang hidup dan bertumbuh. Beda halnya dengan rumah batu yang bersifat tetap atau tidak bertambah tinggi atau bertambah rendah dengan sendirinya. Gereja yang disebut bait Allah, merupakan kumpulan orang Kristen, tatkala semua anggotanya saling bekerja sama dan bersedia dipimpin oleh Allah, akan mengalami pertumbuhan tanpa batas menuju gereja atau komunitas yang sehat dan berbuah pelayanan yang kekal. Ketika semua bagian berfungsi dalam satu susunan yang rapi dan terkait, maka tidak akan nada lagi ruang kompetisi dan saling menjatuhkan diantara anggota tubuh Kristus lainnya. Juga ketika semua anggota mempercayai Tuhan dan merendahkan hati terhadapNya, maka gereja sebagai bangunan yang rapi tersusun akan terbentuk dengan sangat kokoh dan layak menjadi bait Allah yang hidup bagi Allah dan berdampak kepada dunia.

Menjadi gereja yang rapi tersusun adalah karya Tuhan, bukan karya para pelayan Tuhan. Tuhan adalah penulis skenario dan sutradara aksi pembangunan gereja agar semua anggota gereja dapat berfungsi secara optimal dengan karunia rohaninya. Bagian kita sebagai hamba Tuhan adalah bersedia dididik dan diatur oleh Tuhan Yesus.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Efesus 2:4-5, 19-22
- Apakah yang menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita? (ayat 4-5)
- Disebut apakah orang percaya ? (ayat 19)
- Di dalam siapakah tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun? (ayat 21)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah Anda bersedia disebut sebagai kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah? Renungkanlah sejauh apa iman Anda sebagai orang kudus di dalam kaitan sebagai anggota tubuh Kristus atau anggota gereja lokal, yang dapat menggerakkan Anda bergerak bersama anggota gereja lokal lainnya untuk melayani Dia?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Untuk menjadi satu tim pelayanan yang memiliki kersama yang baik dan harmonis satu dengan lainnya, pehamilah bahwa Anda adalah orang penting dalam tim Anda. Tanpa kehadiran Anda , maka akan terjadi ketimbangan tim saat melayani dan membuahkan hasil yang tidak baik. Ketika Anda sudah memahami hal ini, mulailah menyerahkan diri ke dalam tim pelayanan Anda dan berfungsilah sesuai dengan iman Anda terhadap karunia rohani yang Anda miliki.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah kekuatan karunia rohani Anda kepada saudara seiman dengan maksud agar dia mengetahuinya dan bisa saling melengkapi.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

