MINGGU : UMAT YANG BERBUAH

04 Desember 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Galatia 5:22-23

A. PENGANTAR

Tujuan Allah mengijinkan kita mengalami berbagai hal yang mungkin saja beberapa diantaranya sangat berat adalah untuk membentuk kita menjadi jemaat yang tangguh yang tidak dapat dihentikan oleh apapun, entah lewat penderitaan, penganiayaan, sakit-penyakit, kekurangan, bahkan kesuksesan sekalipun. Semuanya itu agar hidup kita menghasilkan buah dan buahnya itu banyak.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Rm. 16:5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.

1Kor. 9:1 Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam Tuhan?

2 Petrus 1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
2 Petrus 1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
2 Petrus 1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
2:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Dari FT yang kita baca hari ini, kita bisa temukan bahwa setidaknya terdapat 2 jenis buah yang kita harus hasilkan.

Pertama, adalah buah Roh yang berarti karakter dan kehidupan yang serupa dengan Kristus. Bayangkan, jika seorang Kristen memiliki ciri buah ini dalam kehidupannya. Sungguh sebuah pribadi yang sangat indah. Sekalipun dia mungkin tidak pernah ke salon kecantikan (jika wanita) atau mungkin dia tidak memakai pakaian dan jam tangan yang mewah (jika pria), tapi orang itu memiliki kecantikan/ketampanan batiniah yang luar biasa. Dan pasti menarik ketika kita berbincang-bincang dengan orang yang memiliki kencantikan/ketampanan batiniah seperti ini, maka kita tidak lagi memperdulikan hal-hal lahirian/penampilan fisik. Kenapa Allah ingin anak-anak-Nya memiliki karakter yang indah ini? Apakah kita mau memiliki keluarga yang buruk? Tentu tidak!, demikian juga Allah, Dia ingin semua anak-anak-Nya memiliki karakter yang serupa Kristus. Dan jangan salah mengerti, sekalipun buah ini disebut sebagai buah Roh namun bukan berarti buah ini dihasilkan oleh kuasa Allah semata-mata dan kita tidak perlu mengeluarkan upaya untuk menumbuhkannya. Buah tersebut dihasilkan oleh kuasa Allah yang bekerja dalam diri kita, tapi bukan berarti muncul secara otomatis, melainkan kita harus bekerjasama dengannya. Dalam 2 Petrus 1:5-7, Petrus memberikan daftar yang mirip dengan buah Roh seperti di Galatia 5:22, tapi kali ini Petrus mendahuluinya dengan mengatakan “kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha”. Artinya kita harus bekerjasama dengan kuasa Allah agar buah Roh tersebut bisa kita miliki. Kita harus melembutkan hati, mau ditegur, jika tidak kuasa Allah itu tidak akan bekerja dan mengubahkan hidup kita.

Kedua, adalah jwa-jiwa yang kita bawa kepada Allah melalui kehidupan kita. Kehidupan seorang Kristen harus membawa dampak yang baik kepada semua orang. Dampak yang baik itu hanya bisa terjadi jika kita memiliki karakter yang baik dan juga menampilkan perbuatan-perbuatan yang baik. Dengan demikian mereka akan melihat perbuatan baik kita dan mereka memuliakan Bapa diSurga. Sehingga pada akhirnya mereka bisa memberika hidup mereka kepada Allah.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Yohanes 14:24 mengatakan sebuah rahasia untuk berbuah yaitu bahwa untuk berbuah banyak kita harus jatuh kedalam tanah dan mati. Jika sisi duniawi kita, kita tidak matikan maka sampai kapanpun buah Roh itu tidak akan muncul/berbuah. Artinya untuk kita bisa berbuah memiliki kehidupan dan karakter seperti Kristus maka kita harus terus menerus jatuh ketanah dan mati. Ini yang disebut Petrus harus dengan sungguh-sungguh berusaha. Dan ini yang sulit. Seringkali kita tidak ingin jatuh ketanah, apalagi sampai mati. Kita tidak berusaha sungguh-sungguh untuk berubah.
Mari coba renungkan, jika Tuhan melihat kepada kita. Kira-kira seberapa cantik/tampan kah manusia batiniah kita? Mari terus berusaha dengan sungguh-sungguh agar manusia batiniah kita terus diperbaharui dari hari ke hari. Kita bekerjasama dengan Kuasa Allah yang ada didalam diri kita, dengan tidak mengeraskan hati kita. Sekalipun manusia lahiriah kita merosot karena usia dan mungkin tidak menarik lagi secara fisik, namun biarlah manusia batiniah kita semakin indah terlihat dimata Allah. Halleluya!

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saling meneguhkanlah dan saling mendukung satu sama lain dengan rekan pelayanan/rekan komsel untuk memiliki kehidupan yang berbuah.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47