SABTU : UMAT YANG MENURUTI FIRMAN

03 Desember 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Wahyu 3:8

A. PENGANTAR

Jika kita baca kita Wahyu 2-3 tentang pesan Tuhan Yesus kepada 7 jemaat, maka kita dapati ada 2 jemaat yang tidak dikecam oleh Tuhan Yesus. Yaitu jemaat Smirna, dan jemaat Filadelfia. Jika kepada jemaat Smirna Tuhan Yesus lebih kepada memberikan pesan untuk menguatkan mereka, sedangkan kepada jemaat Filadelfia Tuhan Yesus juga memberikan pujian kepada mereka. Pujian itu adalah bahwa mereka jemaat Filadelfia telah menuruti ajaran-Nya dan setia kepada-Nya dengan tidak menyangkal nama-Nya.

Dari sini kita tahu bahwa jemaat Filadelfia adalah jemaat yang ideal, jemaat yang tidak dapat dihentikan oleh apapun. Berbeda dengan 5 jemaat lain yang mana dosa, kesesatan, kesuam-suaman itu menjadi penghambat untuk mereka menjadi jemaat yang ideal seperti yang Tuhan Yesus harapkan. Memang kepada 5 jemaat yang dikecam tersebut, Tuhan Yesus masih memberikan kesempatan asalkan mereka mau bertobat.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Why. 3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
1Yoh. 2:3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
Yoh. 8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”
Yoh. 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Kata “menuruti” dari bacaan kita hari ini berasal dari bahasa Yunani “tereo” yang berarti memperhatikan dengan hati-hati, menjaga, menyimpan, mengamati, dan mengawasi.

Ternyata yang dimaksud dengan menuruti Firman-Nya tidak hanya sekedar kita mengikuti, tetapi juga memperhatikannya dengan hati-hati (seksama). Dan bukan hanya memperhatikannya dengan seksama tapi juga menjaga dan menyimpannya. Menjaga disini menunjukkan penjagaan yang aman dan sering menyiratkan penyerangan dari luar. Firman itu kita simpan dan kita jagai dari segala serangan dari luar yaitu segala filosofi dan nilai-nilai dari dunia ini. Artinya menuruti Firman Tuhan itu bukan hanya aspek kita melakukan, tapi juga memperlakukan Firman itu sendiri. Seharusnya, kita memperlakukan Firman Tuhan itu seperti harta yang sangat berharga, sehingga kita menjagainya dengan sedemikian rupa dan tidak merelakannya digantikan oleh apapun.

Bagaimana bisa tumbuh keinginan dan perasaan memperlakukan Firman itu seperti harta yang berharga jika kita tidak mengerti akan Firman itu? itu akan tumbuh jika kita memperhatikan Firman itu dengan hati-hati (seksama), mengawasinya. Kita bukan hanya sekedar tahu akan Firman, tapi juga memahaminya. Dan untuk memahami ini, akan membutuhkan usaha. Tentu perlu hikmat dan bimbingan Roh Kudus. Tapi selain itu usaha kita untuk memahami Firman itu sendiri juga penting, karena itu menunjukkan seberapa besar kerinduan kita akan Firman itu. Hikmat dan bimbingan Roh Kudus tidak datang dengan sendirinya. Melainkan itu diberikan kepada orang-orang yang memiliki kerinduan untuk memahami hati dan pikiran Allah. Disini lah peran lembaga gereja termasuk para pengkhotbah menjadi penting. Karena mereka diberi tanggung jawab yang besar oleh Allah yaitu untuk membimbing umat-Nya dengan memberikan pengajaran-pengajaran yang benar dan mencerahkan, untuk memberitakan Firman yang memerdekakan bukan hanya memuaskan atau menyenangkan hati manusia. Penting untuk para pengkhotbah memperhatikan apa yang dia ajarkan. Penting untuk para penghotbah menyiapkan khotbahnya dengan seksama, dengan penuh kehati-hatian.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Untuk menjadi umat yang unstoppable (Tidak dapat dihentikan) maka kita harus menjadi umat yang menuruti Firman-Nya. Menuruti Firman-Nya tidak hanya sekedar melakukan tapi memperlakukan Firman itu sendiri seperti sebuah harta yang berharga.

Mari miliki kerinduan dan keinginan untuk memahami Firman itu. Saat kita mendengarkan khotbah, bukan hanya pengkhotbah yang bertanggung jawab kepada Allah akan apa yang dia khotbahkan. Kita yang mendengarkan pun bertanggung jawab untuk menguji kebenarannya. Kita harus memiliki curiosity (rasa ingin tahu) yang mendalam. Dengan demikian kita tidak akan mudah disesatkan. Selain itu kita harus bergantung kepada Roh Kudus agar kita dibimbingNya.

Tanda orang-orang Kristen yang tidak dewasa adalah dia tidak mau belajar, hanya pasrah (pasif) dan berharap suatu saat Tuhan akan menjamah dia secara adikodrati atau membawa dia mengalami pengalaman-pengalaman spiritual yang mencengangkan dan membuat dia berubah menjadi manusia yang lain.

Baiklah kita memiliki keinginan untuk terus belajar memahami Firman-Nya, dengan demikian kita bisa semakin mengenal Allah yang kita sembah dan menuruti apa yang menjadi perkataan-Nya. Selain itu, menuruti Firman-Nya adalah tanda bahwa kita mengasihi Dia. Dan Dia berjanji jika kita menuruti Firman-Nya maka kita tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Halleluya!

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saling meneguhkanlah dan saling mendukung satu sama lain dengan rekan pelayanan/rekan komsel untuk terus memiliki kerinduang memahami Firman Tuhan dan juga mengalaminya.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47