RABU : Keputusan – Menjadikan Yesus Kristus Sebagai Pusat

11 Januari 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Kisah Para Rasul 9:3-15; 2 Timotius 4:7

A. PENGANTAR

Mari sejenak kita melihat dan mempelajari kisah pertobatan seorang yang jahat dan tidak bersahabat dengan pengikut Kristus pada waktu itu. Dia adalah Saulus yang kemudian berganti nama menjadi Paulus. Dalam ayat 13 dijelaskan bahwa Saulus dikenal oleh banyak orang sebagai orang yang membuat banyak kejahatan terhadap orang-orang kudus Tuhan. Saulus terkenal di pada masa itu karena kejahatannya. Kekuatannya adalah dirinya sendiri dan mencapai satu keberhasilan karena siasat manusiawinya. Namun yang sangat disayangkan tidak ada Kristus di dalam hidupnya. Sehingga kepopulerannya bersifat semu atau fana.

Kisah Salus yang kemudian bernama Paulus, menjadi satu prinsip perubahan dari diri sendiri. Diperlukan keputusan diri sendiri untuk berubah. Tekadang ada faktor pemicu untuk berubah, yang tingkatannya bisa rendah, sedang atau kuat dampaknya pada diri sendiri. Seperti Saulus, faktor pemicu pertobatannya adalah karya Tuhan secara langsung , melalui peristiwa yang digambarkan dalam ayat-ayat berikut :

Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” (Kis 9:3-4).

Tangan Tuhan terlalu kuat untuuk dapat dilawan oleh prestasi tertentu seseorang di masa lalu ataupun pencapaian-pencapaian tertentu. Saulus yang dikenal sebagai penjahat, tak berdaya karena lawatan Tuhan yang menghancurkan ego nya. Cahaya kemuliaan Tuhan yang suci membuatnya terjatuh, bukan saja itu, hidupnya tersungkur tak berdaya di hadapan Tuhan. Tak lama setelah kejadian itu, dia seperti seekor sapi yang diikat dengan tali di bagian hidungnya, dan tak berdaya melarikan diri. Hanya penyerahaan diri dan taat pada penarik tali pengikat hidung sapi itu. Saulus dibawa Tuhan dengan caraNya , matanya tak dapat melihat, lalu pergi ke satu tempat lalu ditemui seorang bernama Ananias. Kronologis ini dialami Saulus, sampai dia tak berdaya dan berserah penuh kepada Yesus Kristus. Sampai akhir hidup Paulus, dia menujukkan betapa tak berdayanya dia dengan segala kekuasaan dan keberhasilan semu yang dicapainya. Dia merasakan dan sampai dapat berkata , “…hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”(Flp 1:21). Inilah ciri kesejatian penyerahan diri dan menjadikan Yesus Kristus sampai akhir hidupnya (2 Tim 4:7).

Kosong! Demikian syarat untuk kita dapat menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat. Kosong memiliki arti, datang kepada Tuhan tidak bersyarat semu. Hanya dengan pertobatan sejati akan mempersilahkan Tuhan Sang Penguasa kehidupan bersedia dijadikan sebagai pusat keberhasilan. Sebab Allah itu kudus, Dia tidak dapat dicampur aduk dengan kenajisan atau dosa dalam bentuk apapun. Contohlan keputusan dan komitmen mutlak Paulus yang tidak tanggung-tanggung. Keputusan pertobatan adalah harga mati untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan di dalam semua bagian kehidupan kita.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacaan: Kisah Para Rasul 9:3-15; 2 Timotius 4:7

  1. Peristiwa apakah yang membuat Saulus bertobat dari hidupnya yang penuh kejahatan?
  2. Apakah bukti bahwa Saulus bertobat dan menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan?

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Perhatikanlah hal sangat mendasar tentang alasan pertobatan dan penerimaan diri dari Saulus terhadap kemahakuasaan Tuhan. Menurut Anda, kenapa Saulus mau bertobat?
Bagaimana dia dapat menjadikan hidupnya tetap berpusatkan Kristus? (2 Tim 4:7)

B.3. MELAKUKAN (M3)

Bukan saja pertobatan pertama sekali yang menjadikan kita mengalami kelahiran baru secara rohani yang harus dialami, tetapi setelah itu, setiap hari selama kita masih hidup, Yesus Kristus harus hadir dan mengambil alih semua bagian kehidupan. Tak satupun yang dikecualikan! Belajarlah memiliki kelembutan dan hati dan kerendahan hati di hadapan Tuhan agat kita terus mengalami perubahan menuju kedewasaan rohani. Itulah keputusan Anda.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Apakah keputusan dan bukti eksekusi keputusan Anda hari ini? Apakah keputusan itu mencerminkan tentang menjadikan Yesus sebagai pusat kehidupan? Berbagi cerita kepada mereka yang perlu jawaban Anda.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47