13 Januari 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Filipi 3:10
A. PENGANTAR
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. (Filipi 3:10)
Menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat kehidupan adalah proses interaksi yang aktif antara Tuhan dan orang percaya. Tidaklah bermakna lain seperti terkesan bahwa karena Dia Tuhan sebagai pusat kehidupan, maka Dia berhak semena-mena kepada umatNya. Allah kita adalah Allah yang penuh kasih dan Bapa yang Sangat Baik, sehingga di dalam proses menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat, Allah membuka diri untuk anak-anakNya aktif membangun relasi rohani yang dalam dan penuh percaya kepadaNya dan kepada semua janji-janjiNya yang besar dan sangat berharga (2 Pet :3-4).
Rasul Paulus berkata dengan penuh keyakinan, bahwa yang dikehendakinya setelah Rasul Paulus menjadi pengikut Tuhan Yesus, adalah mengenal Yesus dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya. Rasul Paulus memahami apakah artinya berserah dan menjadikan Yesus Kristus sebagi penguasa tunggal kehidupannya. Paulus tidak takut tetapi malah berharap penuh dapat bersekutu aktif di dalam kuasa kebangkitan dan penderitaanNya. Kata ‘penderitaan’ berarti mau hidup benar dengan mengalahkan semua keinginan daging seperti hawa nafsu diri. Menderita artinya menyangkal diri pada saat melakukan prinsip kebenaran Allah tanpa kompromi negatif. Ada upaya anak-anak Tuhan dengan kesungguhan hati di dalam menjalankan perintah dan ketetapanNya di setiap waktu dan tempat.

Jadi, keputusan untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan atau pusat adalah rela dan disiplin membangun diri dalam kerohanian dan karakter yang dewasa, melalui persekutuan dalam penderitaanNya. Teladan Yesus dalam penderitaan demi tegakNya identitas Allah di bumi dan keselamatan bagi semua manusia dari dosa, menjadi ukuran untuk anak-anakNya, sebagai indikator untuk bertumbuh dan berbuah lebat dalam karakter Kristus di bumi. Ini adalah dampak yag sangat rohani dan jelas bahwa kita sudah dan terus menjadikanNya sebagai pusat. Misalkan, terlatih tidak berkata bohong, tidak menggosip, tidak menyimpan amarah terhadap saudara seiman, menyimpan atau menyebarkan benih permusuhan dan lain-lain. Maka dari itu, marilah kita aktif memaknai dan menjalankan FirmanNya sebagai identitas Allah , sebagai pusat panutan untuk hidup benar dan saleh.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacaan: Filipi 3:10
- Apakah yang dikehendaki Paulus?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah arti penderitaan bagi Anda? Bagaimana Anda memahami perkataan Paulus dalam Filip 3:10 ketika Anda sebagaai orang Kristen?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Kesadaran dan pengertian yang benar karena pewahyuan oleh Roh Kudus, sangatlah diperlukan agar upaya untuk hidup benar dan saleh di hadapan Tuhan, bukan karena terpaksa. Yakinkanlah diri Anda sedang belajar hidup benar dan saleh karena kelembutan hati dan kerendahan hati kepada Allah.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Berbagilah cerita hidup benar dan saleh milik Anda secara sederhana tetapi bermakna rohani, kepada siapa saja yang Anda kenal.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

