RABU : Allah Menghajar anak-anakNya

15 Maret 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Ibrani 12:5-8

A. PENGANTAR

Alkitab menjelaskan tentang prinsip kehidupan dalam Salib Kristus. Pada prinsipnya salib menggambarkan tentang prosesi Ilahi dari penderitaan, kematian, kebangkitan dari kuburan lalu kenaikkanNya ke surga. Adalah satu jaminan untuk mereka yang mempercayai prosesi ini sebagai 100% kebenaran Allah, untuk mengalami pertumbuhan kerohanian menuju kedewasaan diri di dalam meresponi semua bentuk pergumulan berupa tantangan, tekanan atau rintangan yang dihadapi.

Topik salib yang menekankan penyangkalan diri dan memikul salib adalah proses yang rohani. Sejauh itu dimulai karena keputusan seseorang untuk mentaati prinsip kebenaran Allah yakni firmanNya dan siap menjalani sekalipun terkadang menemui ujian terhadap iman kepada prinsip kebenaran tersebut. Konsekuensi dari orang yang berkomitmen menjalani kebenaran adalah berani bertahan dan melawan semua bentuk godaan untuk melawan kebenaran Allah. Aniaya akan terjadi dan akan berujung pada upah kebahagian yakni Kerajaan Sorga (Matius 5:10). Prinsip berkat adalah bersedia melakukan kebenaran firman Allah dengan apapun bentuk resiko yang harus dialami seseorang Kristiani. Ujian adalah hal yang wajar bagi anak-anak Tuhan, sebab selalu ada proses pembentukan dan pendewasaan diri dalam aspek pikiran, perasaan, kehendak, perbuatan dan kebiasaan diri. Siapa bilang kalau sudah menjadi pengikut Kristus, tidak akan pernah ada proses pendidikan dari Tuhan? Tentu Alkitab tidak pernah mengajarkan ini, bahwa anak-anak Tuhan tidak didik dan tidak dihajar oleh Allah. Sebaliknya karena kita anak Allah, Dia harus melakukan didikan yang tegas (Ibrani 12:5-8).

Prinsip yang tegas dari Allah adalah bahwa kebenaran Allah itu sangat berbeda dengan prinsip kebaikan dari dunia. Misalkan, ada nasehat fasik yang berkata, “Kamu boleh berbohong demi menyelamatkan seseorang sahabat dari kejaran polisi.” Atau : “Kita boleh mengalah dengan mengizinkan anak bermain game online kepada anak tanpa batas waktu, agar anak tidak bermain-main di luar rumah yang beresiko terjebak dalam pergaulan bebas.” Kebaikan untuk menolong lain dengan cara dan makna yang bertentangan dengan kebenaran Allah sama dengan dosa. Seyogyanya kita menjalankan kebenaran dengan siap mengalami didikan Tuhan tanpa kompromi sedikitpun. Itulah pola kehidupan kekristenan yang jelas dan tegas.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacaan: Ibrani 12:5-8

  1. Apakah yang dikatakan dalam ayat 5?
  2. Apakah alasan Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya? (ayat 6-7)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Untuk menjadi anak Allah, diperlukan proses pendidikan rohani yang berdasarkan prinsip-prinsip Firman Tuhan. Bagaimana cara Anda meresponi apa yang dikatakan dalam Ibrano 12:5-8?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Sadarilah dengan sepenuh hati bahwa jikalau Anda anak Tuhan, akuilah Dia dan izinkanlah Dia mendidik Anda sekalipun berat dan menyakitkan jiwa. Milikilah kerendahan hati dan kelembutan hati terhadap Tuhan, sebagai kunci pencapaian kedewasaan Karakter Kristus dalam diri Anda.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Bersaksilah karena Tuhan menyertai dan meluluskan ujian hidup Anda.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47