17 Mei 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Galatia 3:11, Roma 13:10
A. PENGANTAR
Kita perlu mengerti bahwa dalam kasih karunia sejati juga menjunjung tinggi nilai-nilai moral, dan kebenaran hukum Taurat Sepuluh Perintah Allah (law). Memang hukum Taurat Musa begitu sempurna dalam standarnya dan begitu lurus dalam persyaratan kekudusannya sehingga Galatia 3:11 menyatakan bahwa tidak ada manusia yang dapat dibenarkan (dibuat benar) oleh hukum Taurat di hadapan Tuhan. Dibenarkan di hadapan Tuhan hanya dapat diperoleh dengan beriman di dalam Kristus. “Mengapa demikian?” Karena manusia gagal serta tidak mampu menghidupi atau memenuhi hukum Taurat tersebut.
PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)
Berdasarkan syarat dari hukum perjanjian Musa (Taurat),_ “jika kita berpegang pada hukum Taurat Tuhan, kita akan diberkati.” Tetapi “jika tidak, kita akan dikutuk dan divonis dengan hukuman yang membayangi hidup kita”_ Faktanya adalah bahwa di bawah perjanjian lama, tidak ada manusia yang dapat menaati hukum Taurat dengan sempurna. Ini sebabnya mengapa segera setelah hukum Taurat diberikan, Tuhan menyediakan jalan keluar melalui pengorbanan hewan sehingga kutukan, penghukuman, dan hukuman mati itu dapat dipindahkan ke lembu atau domba jantan kurban persembahan. Ini adalah gambaran karya Yesus di kayu salib! (kuasa kasih karunia)

MERENUNGKAN (M2)
Selama 1.500 tahun umat Tuhan hidup di bawah hukum Taurat (law), tidak ada satu manusia pun (selain Tuhan Yesus) yang dapat mematuhi Sepuluh Hukum dengan sempurna dan olehnya dibenarkan. Dan di bawah kasih karunia, ketika kita mengalami kasih Tuhan Yesus, pada akhirnya kita dapat menggenapi hukum Taurat, menjadi kudus!. Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus dengan berani, ”Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat” (Roma 13:10).
Ketika kasih Yesus ada di dalam kita, mau tidak mau kita akan memenuhi hukum Taurat. Ketika hati kita melimpah dengan kasih karunia dan kasih sayang Tuhan, kita akan kehilangan keinginan untuk melakukan perzinahan, pembunuhan, memberikan kesaksian palsu, atau menginginkan milik orang lain. Kita akan memiliki kuasa untuk mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri.
Dari mana kuasa ini datang? Dari kita yang berakar kuat dan kokoh di dalam kasih karunia Tuhan. Dengan kasih karunia, kiita memiliki kuasa untuk mengasihi, karena Ia lebih dulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19)!
MELAKUKAN (M3)
Jadi kasih karunia Kristus itu memampukan kita dapat menggenapi hukum Taurat, bukan mengabaikannya!.
“Bagaimana caranya?” Melalui kasih kita kepada Kristus. Berpusat pada Kristus dan tinggal dalam persekutuanNya memampukan kita menggenapi hukum Taurat

MEMBAGIKAN (M4)
“Hukum kasih karunia bukan sekali-kali untuk mengabaikan hukum Taurat, tetapi justru memampukan kita untuk mentaati hukum (law).
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

