18 Mei 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Filipi 2 :12
PENGANTAR
Hidup ini singkat (LIFE is short) , maka pergunakanlah dengan sebaik-baiknya. Paulus diberi waktu dalam dunia ini kurang lebih 60 tahun kemudian dia mati sebagai seorang martir di kota Roma. Namun hidupnya dipergunakan dengan efektif untuk melayani Tuhan. Setelah bertobat, Paulus bekerja keras lebih dari siapapun untuk memberitakan kasih karunia Allah yang telah dia alami secara pribadi.
PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)
“Pola hidup “inspect what you expect” (cek dan periksa) _ ini juga yang dilakukan oleh Rasul Paulus, sekalipun kasih karunia itu melimpah atas hidupnya, kasih karunia keselamatan dan pengampunan ia terima dengan gratisan dan bukan hasil upaya nya sendiri melainkan pemberian Allah, melalui karya Kristus di salib (Efesus 2: 8-9), Rasul Paulus tidak menggangap sebagai sesuatu yang murahan dan kemudian mengabaikannya dan merasa bisa semena-mena dan santai, merasa sudah selamat. Sekali kali tidak!
Justru Paulus menganggap kasih karunia adalah sesuatu yang sangat mahal dan ia sangat menghargai nya. Bukan hanya menerima dan diam saja (merasa sudah diselamatkan), tetapi justru Paulus mengatakan diayat Filipi 2:12 “tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar” artinya Paulus benar-benar menghargai kasih karunia keselamatan dengan selalu inspeksi hidupnya apakah hidupnya masih sesuai dengan kebenaran (truth)
Arti dari kalimat “Tetaplah kerjakan” itu memiliki makna “Melakukan terus menerus”
Kasih karunia yang ia terima justru membawa Paulus semakin sungguh-sunguh dan terus menerus bekerja dalam menjalani hidup, dan menghargai keselamatan itu, bahkan ia rela mengorbankan dirinya (Martir dengan salib terbalik di kota Roma).

MERENUNGKAN (M2)
Prinsip kasih karunia yang dijalankan oleh Paulus adalah contoh atau pola teladan yang baik bagi kita, gereja Tuhan. Bahwa Kasih karunia sekalipun kita peroleh dengan gratis tanpa usaha (Efesus 2:8-9), bukan berarti diremehkan, justru itu harus membuat kita semakin semangat atau berapi-api di dalam Tuhan dengan melakukan kebenaran, bukan oleh ketakutan penghukuman tetapi karena kasih Kristus atas kita.
MELAKUKAN (M3)
Cara yang paling sederhana dalam menghargai kasih karunia, yaitu _selalu hidup- (terus menerus) dalam kebenaran firmanNya, tanpa merasa terintimidasi oleh penghukuman hukum Taurat, tetapi hidupi karena kasih kita kepada Yesus yang telah mengorbankan nyawaNya bagi kita (motif ketaatan kita bukan ketakutan hukuman tetapi sebagai balas akan cintaNya yang besar)

MEMBAGIKAN (M4)
Bagikan prinsip ini bahwa kita harus inspeksi diri kita (menilai dan periksa hidup kita apakah sesuai dengan kebenaran), bukan untuk takut berbuat salah, tetapi karena berusaha hidup dalam kasih karunia dan sesuai kebenaranNYa.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

