JUMAT – KASIH KARUNIA JUSTRU MEMBUAT PAULUS BEKERJA KERAS

19 Mei 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: 1 Korintus 15:9-11

PENGANTAR

“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku”” (1 Korintus 15:10)

PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)

Banyak orang memahami kasih karunia (grace) hanya sebatas pemberian dari Allah (Gift of God). Anugerah (grace) adalah apa yang diberikan oleh Allah. Pemahaman seperti ini memberi kesan pasif pada kasih karunia. Kasih karunia hanya sebagai objek yang diberikan. Tetapi melalui ayat ini (1 Kor 15:10), kasih karunia Allah tampak lebih aktif. Kasih karunia adalah sarana proses perubahan. “Tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku”, sehingga kasih karunia adalah subjek atau pelaku yang bekerja di dalam Paulus. Pertanyaan nya adalah Apa yang dikerjakan kasih karunia di dalam hidup Paulus?
Kasih karunia menumbuhkan kesadaran tentang “ketidaklayakan” (baca ayat 9) Paulus mengakui bahwa dia bukan hanya yang terakhir (ay. 8), tetapi juga terkecil (ay. 9a).
Kasih Kasih karunia memberi kehidupan yang baru (ay. 10a). Pernyataan “aku adalah sebagaimana aku ada sekarang” mengungkap sebuah proses perubahan dan pertumbuhan hidup. Paulus sedang membandingkan hidupnya sekarang dengan yang lampau.
Perubahan hidup menjadi bukti bahwa kasih karunia dalam diri seseorang tidak sia-sia (ay. 10a).
Kasih karunia membuat kita bekerja keras bagi Tuhan (kopiaō) (ay. 10b).

MERENUNGKAN (M2)

Kasih karunia mampu menyelesaikan segala sesuatu, tetapi tidak membuat Rasul Paulus berpangku tangan “nyantai aja”, dan lalu mengatakan “didalam nama Yesus, semua sudah selesai, karena Allah terlalu mampu menyelesaikan semua ini, Tidak !
Justru, kasih karunia adalah kekuatan untuk mengerjakan keselamatan dan membuat kitab semua mampu bekerja keras, bukan seperti mantra atau jampi “sim salabin” secara langsung instant jadi sukses atau tercapai harapanmu. Tetapi kekuatan yang menumbuhkan kita semakin hari semakin kuat dan semakin hari makin serupa dengan gambaran Kristus
Tidak sesuatu yang instan, Allah bekerja melalui proses.

MELAKUKAN (M3)

Marilah kita jadikan kasih karunia bukan hanya sebagai objek (pasif) pemberian Allah, tetapi jadikan subjek yang mengubahkan hidup kita melalui proses pendewasaan atau pertumbuhan kepada keserupaan Kristus. Bagaimana proses pertumbuhan/pendewasaan melalui kasih karunia itu dapat berjalan dengan baik?, ya kita harus selalu cek atau periksa hidup (inspect) apakah hidup kita berpadanan “sesuai” dengan hidupNya Kristus (Expect) itu sendiri (Living in His Truth)

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakan kepada teman komselmu, bagaimana kasih karunia (anugerah) itu tidak sia-sia dalam proses pertumbuhan rohani mu?
Ceritakan juga, Bagaimana oleh karena kasih karunia kamu dapat secara aktif mengalahkan penghalang-godaan hidupmu

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47