renungan senin

SENIN – BERJALAN DALAM KASIH KARUNIA

22 Mei 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Keluaran 33:13-15

A. PENGANTAR

Bangsa Israel yang dikenal sebagai orang-orang Ibrani di Mesir, dari satu keluarga jumlah mereka terus bertambah dan jadi satu bangsa yaitu bangsa Israel. Di Mesir mereka menjadi budak, tenaga kerja andalan dari Firaun. Tetapi bangsa ini adalah pilihan Tuhan, oleh karena kedaulatan Tuhan dan kekuatanNya bangsa ini bisa lepas dari kekuasaan Firaun dan keluar dari Mesir masuk ke tanah Kanaan tanah yang dijanjikan Tuhan menjadi milik pusaka mereka. Mereka dipanggil keluar dari Mesir menjadi umat yang kudus dan umat yang beribadah kepada Tuhan. Mereka dipanggil menjadi bangsa yang kudus yang menyembah ALLAH YANG KUDUS, memiliki cara hidup yang berbeda dengan bangsa-bangsa yang ada disekitar mereka. Tuhan mau khususkan bangsa ini menjadi bangsa yang sungguh berbakti kepadaNya, menyatakan diriNya kepada bangsa-bangsa yang ada di sekitar mereka. Menjadi bangsa yang dikasihi Allah, dikuduskanNya dipisahkan dari dunia dan dikhususkan bagiNya. Bukan karena kekuatan orang Israel sehingga mereka bisa keluar dari Mesir, semata-mata oleh kasih karunia Tuhan menyertai mereka. Tuhan sendiri yang punya inisiatif memberikan kelepasan bagi mereka disaat mereka sendiri tidak mengenal atau memohon kepadaNya. Kasih karunia Tuhan tersedia bagi orang Israel, disaat mereka terus bersungut-sungut dan memberontak kepada Tuhan. Kasih karuniaNya tidak terbatas dan selalu tersedia. Orang Israel-lah yang selalu menolak dan tidak mau beryukur untuk kasih karunia yang Tuhan sudah sediakan. Musa menyadari tantangan yang dihadapi di padang gurun, sehingga tanpa penyertaan dan bimbingan Tuhan, ia dan bangsa Israel akan mengalami masalah dalam perjalanan dan bahkan tidak akan sampai ke tanah Kanaan. Oleh karena itu, Musa meminta kepada Allah untuk membimbing dan tidak mau berjalan jika Tuhan tidak menyertai.
Demikian juga hidup di zaman yang sukar dan tidak mudah lepas dari kesukaran ini. Bisa saja kita sedang ada dalam kondisi yang hampir sama dengan orang Israel, keluar dari Mesir masuk ke padang gurun yang penuh tantangan. Tanpa terus berjalan dalam kasih karunia, kita tidak akan berhasil dan sampai kepada tujuan yaitu tanah perjanjian.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).


Bacaan: Keluaran 33:13-15
33:13 Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku , sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu. 33:14 Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” 33:15 Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.
Dari ayat di atas:

  1. Coba renungkan padang gurun apa yang sedang anda jalani?
  2. Bagaimana cara anda bisa melewatinya?

B.2. MERENUNGKAN (M2).

Kita mengetahui bahwa tanah Kanaan atau tanah perjanjian berbicara tentang penggenapan janji Allah, penggenapan janji Tuhan atas hidup kita secara pribadi juga bagi umatNya. Tetapi perjalanan orang Israel di padang gurun menggambarkan kepada kita bahwa untuk sampai ke tanah perjanjian haruslah melalui tantangan, rintangan yang tidak mudah yaitu “padang gurun”. Disinilah kita di uji, iman kita di uji, di padang gurunlah kita menampilan kepribadian kita yang sebenarnya, di padang gurunlah sebenarnya kita bisa menunjukkan ketergantungan kita yang sesungguhnya kepada Tuhan. Ketika kita mengalami padang gurun, jangan pernah berjalan sendiri, kita perlu penyertaan Tuhan. Kita butuh Tuhan yang dapat menuntun dan membimbing kita. Padang gurun berbicara tentang masalah, pergumulan, tekanan dalam pekerjaan, keluarga dan lain-lain. Yang pasti masing-masing kita menghadapi padang rurun yang berbeda-beda. Jalan keluarnya hanya satu yaitu berjalan dalam kasih karunia Tuhan.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Buatlah keputusan untuk tidak berjalan atau memulai sesuatu jika Tuhan tidak menyertai, berdoalah agar kasih karunia Tuhan senantiasa menyertai kita untuk bisa melewati padag gurun yang kita hadapi, karena kasih karunia Tuhanlah kita berhasil.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Sampaikanlah kepada saudaramu “padang gurun” atau tantangan apa yang sedang engkau hadapi dan bagaimana kamu menghadapinya.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47