23 Mei 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Wahyu 14:12
PENGANTAR
Umat Tuhan harus melalui pengalaman yang berkesinambungan, sama seperti orang Israel keluar dari Mesir menyeberangi laut, berkemah di padang gurun, mereka terus berjalan, setiap perjalanan memberikan pengalaman baru tentang kasih karunia Tuhan, pada siang hari ada tiang awan dan di waktu malam tersedia tiang api. Pada waktunya makan ada manna tersedia bagi mereka, semuanya ini adalah kemurahan dari Tuhan atas bangsa Israel. Tuhan menjagai, melindungi mereka dengan kasih karuniaNya. Perjalanan mereka ada dalam Kasih KaruniaNya, mereka akan aman ketika mereka ada dalamNya. Kasih karunia yang mereka alami hari ini akan diikuti oleh kasih karunia yang berikutnya. Bila bangsa Israel terus hidup dalam kasih karuniaNya mereka akan aman dan sampai pada tujuan “TANAH PERJANJIAN”. Tetapi kenyataannya Alkitab mencatat, bangsa Israel sudah mengalami dan melihat kasih karunia Tuhan yang besar atas mereka, tetap saja mereka bergerak dengan sungut-sungut, pemberontakan, tanpa ucapan syukur dan menyalahkan Tuhan, akhirnya mereka tidak lagi dapat menerima dan mengalami kasih karunia yang telah disediakan oleh Tuhan bagi mereka. Mereka berjalan dengan cara sendiri, akhirnya mereka mengalami hukuman dari Tuhan, semula Tuhan ingin membawa mereka sampai ke tanah Kanaan, oleh karena mereka tidak mau taat dan ikut perintah Tuhan, mereka malah mati di padang gurun selain Yosua dan Kaleb. Satu peristiwa yang tragis ketika kita tidak hidup dalam kasih karuniaNya, dan hidup dalam kasih karuniaNya kita akan semakin dimurnikan setiap waktu.
Demikian juga dengan gereja, gereja berdiri dan bergerak oleh kasih karunia Tuhan, gereja bergerak dari kasih karunia demi kasih karunia, hingga gereja berpakaian lengkap tanpa cacat atu kerut atau yang serupa itu berdiri dihadapanNya sebagai pengantin wanita. Kita harus terus berpegang terhadap hal yang penting yaitu ketekunan, melakukan firman Tuhan seperti yang disampaikan dalam Wahyu 14:12.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Efesus 5:25-27: 25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 5:26 untuk menguduskannya sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Dari ayat tersebut diatas:
Apa yang dilakukan Yesus terhadap jemaatNya
Apa TujuanNya atas hidup kita
Wahyu 14:12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.
Dari ayat di atas, apa yang penting untuk kita lakukan?
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Terkadang kita tidak menyadari apa yang Yesus sudah kerjakan dalam hidup kita. Kita juga sering lupa apa yang menjadi tujuanNya di dalam kita, sehingga kita sering memberontak dan jauh dari sikap taat kepada perintahNya dan menempuh jalan sendiri serta keluar dari kehendakNya. Kita berpikir bahwa kita bisa berjalan dan sampai ke tujuan tanpa hidup dalam kasih karuniaNya. Padahal Dia sendirilah yang punya inisiatif untuk menguduskan dan menyucikan kita agar Dia tempatkan kita dihadapanNya dengan cemerlang dan tidak bercela. Dia sedang membentuk kita menjadi mempelai yang kudus dihadapanNya. Kita dipilih agar hidup kita terus diperbaharui, berjalan dalam kasih karuniaNya, sampai kita siap menjadi mempelai wanitaNya yang kudus dan tidak bercacat. Kita tidak boleh mengeluh dan menyerah, karena kita dipersiapkan untuk menjadi calon mempelai Kristus di akhir zaman.

B.3. MELAKUKAN (M3).
Buatlah keputusan untuk terus berjalan dalam kekudusan, mengandalakan kasih karuniaNya dan tetap tekun dalam keadaan apapun juga.
B.4. MEMBAGIKAN (M4).
Bagikanlah kepada saudaramu betapa besarnya kasih karunia Yesus untuk menguduskan hidup kita sehingga kita layak menjadi calaon mempelaiNya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

