Renungan firman

RABU: JANGAN MENJAUH DARI KASIH KARUNIA

24 Mei 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Ibrani 12:15

PENGANTAR

Setelah kita mengalami keselamatan, kehidupan tidak berhenti, kehidupan terus berjalan dan harus terus berjuang untuk menghadapi tantangan dan permasalahan hidup. Satu hal yang telah berubah ketika kita sudah terima keselamatan adalah tujuan hidup kita, kita hidup bukan lagi untuk diri sendiri tetapi hidup untuk kemuliaan Tuhan. Kita menyadari bahwa kita ini buatan Allah dan Allah ada di dalam kita. Kendati kasih karunia itu adalah hal yang terpenting untuk perjalanan iman kita, justru ini terlalu sering kita abaikan atau kita lupakan. Padahal kekuatan kita dalam keluarga dan pelayanan yang Tuhan percayakan adalah kasih karunia Tuhan. Berapa orang sering mengatakan kasih karunia sebagai urapan, penyertaan Tuhan, otoritas, apapun sebutannya kasih karunia merupakan kemurahan Tuhan yang tidak terbatas untuk keselamatan kita. Kita harus menyadari bahwa kasih karunia Tuhan berikan untuk kekuatan dan keberhasilan kita melakukan kehendakNya.
Sama seperti Paulus, dia melakukan perintah Tuhan bukan dengan kekuatan atau kemampuannya sendiri, melainkan berkat kerja kasih karunia dalam hidupnya. Memang benar kasih karunia berbicara tentang keselamatan kita, tetapi juga saoal kemampuan dan kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita untuk mengerjakan atau mempertahankan keselamatan itu. Kasih karunia memberikan dorongan kepada kita untuk memenuhi panggilan Tuhan, baik secara pribadi maupun secara bersama-sama dengan umatNya.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).

Ibrani 12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Menurut bacaan kita diatas :
Apa larangan pada ayat tersebut?
Apa akibatnya kalau kita menjauhkan diri dari kasih karunia?

B.2. MERENUNGKAN (M2).

Kasih karunia dari Tuhan itu sudah tersedia bagi kita dengan melimpah, kita sendirilah yang sering tidak menghargainya dan menganggap rendah kasih itu, sehingga kita tidak menerimanya dan mau hidup dipimpin olehnya. Kita tidak membuka hati kepada kasih karunia itu, sehingga kita menjauhkan diri dari padanya, padahal tanpa kasih karunia kita tidak akan bisa berjalan dan mengalami kebenaran firman Tuhan yang akan menjadi pelita bagi kaki dan terang bagi jalan yang kita akan lalui. Sering kita mengalami atau menghadapi kesulitan kita bukannya tetap setia dalam pimpinan kasih karunia Tuhan, malah kita mengambil atau menempuh jalan sendiri, keluar dari kasih karunia Tuhan akhirnya kita bukannya bisa menyelesaikan masalah malah kita semakin terjerumus dan mengalami kepahitan. Didalam kesulitan yang kita alami jangan pernah keluar dari kasih karunia, justru dari kondisi yang kita alami kita semakin mengalami kasih karuniaNya.

B.3. MELAKUKAN (M3).

Tetaplah kuat dan berpegang teguh kepada kasih karunia Tuhan, apapun yang kita alami jangan pernah menjauhkan diri dari kasih karunia Allah. Teruslah bertumbuh dan berjalan di dalamNya. Percaya Tuhan akan memberikan pertolongan dan berkatNya tepat pada waktunya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4).

Ceritakanlah kepada saudaramu, bagaimana sukacitanya berjalan dalam kasih karunia Tuhan, dan apa akibatnya menjauh dari kasih karunia Allah.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47